tabloidpulsa.id – Seperti sudah kompakan, beberapa ponsel flagship mengorbankan colokan audio 3.5 mm demi tampilan yang mewah. Hal ini kemudian memaksa pengguna ponsel untuk beralih ke perangkat audio Bluetooth, baik untuk mendengarkan musik ataupun sebagai alat bantu bercakap tanpa kabel.
Melihat teknologinya yang terus berkembang maka hal ini dirasa wajar meski kurang disukai penggemar audio High Definition. Dan kami menemukan beberapa pengguna awam, masih membingungkan beberapa informasi di spesifikasi perangkat ponsel atau produk Bluetooth headset.
Salah satunya adalah mengenai codec. Karena hal ini terkait juga dengan kualitas audio yang bisa tertransmisi. Tapi perlu diingat bahwa codec bukan satu-satunya faktor akan kualitas sebuah produk headset Bluetooth. Ada faktor lain yang bisa menentukan kualitas sebuah TWS.
Semisal bagaimana produk tersebut didesain, ukuran driver, serta bagaimana racikan software dan hardware yang bertanggung jawab untuk menghantarkan musik ke telinga kita.
Untuk saat ini, aman rasanya jika kita menyebut bahwa ada dua codec yang pasti hadir di perangkat headset Bluetooth, yakni SBC dan AAC. Seperti juga yang bakal dibawa oleh TWS anyar OPPO yang akan diluncurkan awal Juli depan.
Tapi disamping dua codec tadi, ada beberapa codec lain yang umum hadir di sejumlah perangkat Bluetooth.
Tapi sebelum ke sampai membahas jenis-jenis codec kita akan mulai obrolan kali ini dengan pengertian codec itu sendiri.
Apa itu Codec?
Codec merupakan singkatan dari coder-decoder, dalam bahasa sederhana bisa juga diartikan sebagai standar kompresi dan dekompresi media digital, semisal audio dan video. Dibutuhkan untuk mengubah, menyederhanakan atau menyesuaikan sebuah file digital agar bisa dikirim dan ditampilkan di sebuah perangkat dengan baik.
Baik di sini bisa berati lebih cepat, dengan mengurangi waktu transmisi, atau kualitas yang paling pas untuk perangkat tanpa mengubah secara signifikan file yang dikompres tadi.
Perkembangan pada teknologi codec ini yang kemudian akan terus berupaya untuk mengurangi pengurangan kualitas dari file asli hingga sampai ke perangkat yang dituju.
Istilah-Istilah pada Codec
Saat membicarakan codec, kita akan menemukan beberapa istilah yang umum ditemukan. Hal ini terkait dengan standar pengurangan atau penyesuaian yang dilakukan oleh sebuah codec. Istilah-istilah tersebut adalah:
Bitrate: Biasa ditunjukkan dengan satuan kbps (kilobits per second). Mengacu pada jumlah bit unit data yang diproses dalam satuan waktu tertentu (detik).
Sample rate: Ditunjukkan dengan satuan Hz. Merupakan frekuensi, atau jumlah titik data per detik dalam sebuah file audio.
Bit Depth: Biasa diperlihatkan dengan satuan bit. Merupakan jumlah bit data yang ada dalam sebuah sample audio. Bit Depth juga memperlihatkan resolusi sebuah file audio.
Sebuah file audio akan menampilkan tiga parameter ini di info file mereka. Sebagai contoh, rata-rata file m4a atau mp3 yang memiliki kualitas CD ada di 16 bit, dengan sample rate 44.1 kHz danbit rate 320 kbps. Banyak yang bilang ini adalah angka standar mendapatkan audio berkualitas dari perangkat Bluetooth. Akan kita bahas di bagian jenis-jenis codec.
Jenis Codec Bluetooth
Sampai tulisan ini dibuat setidaknya ada 8 jenis codec yang biasa ditemukan di perangkat Bluetooth dan ponsel. Apa saja?
SBC (Low Complexity Sub-band Codec): Merupakan standar awal codec Bluetooth sebagai kebutuhan minimum profil A2DP. Namanya juga standar awal, yang dibuat untuk mendukung kualitas audio dengan bit rate medium dan meminimalisir gangguan saat streaming.
AAC (Advanced Audio Coding):merupakan standar kompresi audio lossy yang bebas lisensi. Youtube dan Apple memilih menggunakan codec ini. Bahkan iPhone diketahui mampu menampilkan kualitas audio AAC paling baik.
Perangkat Android juga mendukung codec ini meskipun pada awal pengembangannya masih dianggap belum mampu menyamai AAC di iPhone karena masalah fragmentasi di perangkat Android dan kebutuhan daya yang relatif tinggi dibandingkan codec lain.
aptX (dan turunannya): Qualcomm mengembangkan codec audio Bluetooth sendiri yang diberi nama aptX, aptX LL (low latency) dan aptX HD. Codec yang cukup awam bagi pengguna Android. aptX sendiri mendukung data audio 16 bit, 48kHz LCPM atau bitrate 352 kbps. Sementara aptX HD bisa mendukung data audio 24 bit, 48kHz atau bitrate 576 kbps.
LDAC: Merupakan codec yang dikembangkan oleh Sony. Membawa fitur variabel bitrate yang bekerja di 3 mode, yakni 990 kbps, 660 kbps dan 330 kbps. Mode yang ketiga (330 kbps) sebenarnya kalah dengan kualitas codec SBC, sayangnya beberapa ponsel yang mendukung LDAC secara default justru menggunakan mode ini.
LHDC (Low Latency High Definition Audio Codec) dan LLAC: LHDC merupakan codec yang dikembangkan oleh HWA (Hi-res Wireless Audio) Union dan Savitech. Menawarkan transmisi data yang 3 kali lebih besar dari SBC dan mendukung bitrate maksimal di angka 900 kbps. Pertama kali diadopsi oleh Huawei Mate 10.
OPPO Find X2 Pro merupakan salah satu produk ponsel terkini dengan dukungan codec tersebut, termasuk TWS OPPO Enco X yang dikembangkan bersama Dynaudio. Menjadikannya pasangan ponsel-TWS yang paling pas dari kubu OPPO dengan dukungan LHDC.
Codec lainnya dari HWA adalah LLAC atau LHDC LL, merupakan alternatif dari LHDC dengan kemampuan low latency yang makin ditingkatkan hingga 30 ms dalam bitrate 400/600 kbps.
L2HC: Merupakan codec hasil pengembangan Huawei yang menyediakan bandwidht yang luas dan bitrate yang adaptif (320 hingga 960 kbps), mirip LDAC. Codec ini membawa low latency, bitrate yang konstan, kemampuan anti interference yang kuat, SNR (signal to noise ratio) yang tinggi dan range yang dinamis. Produk-produk Huawei dan Honor terbaru membawa codec ini, baik ponsel maupun beberapa seri freebuds premium mereka.
LC3: atau disebut juga Bluetooth LE Audio LC3 Codec. Masih belum banyak informasi mengenai codec ini, yang pasti LC3 mampu mengirimkan sinyal berbeda pada dua channel perangkat TWS yang sama.
Scalable: Merupakan codec hasil pengembangan Samsung. Fungsinya mirip-mirip dengan aptX adaptive, tetapi hanya kompatibel antar perangkat Samsung saja. Codec Scalable mampu mencegah audio yang patah-patah dengan cara menganalisa frekuensi radio di sekitar kemudian menyesuaikan bitrate secara dinamis (dari 88 kbps hingga 512 kbps).
tabloidpulsa.id – PT Skyworth Indonesia melalui lini sub-brand televisinya, COOCAA, ramaikan tren smart home dengan luncurkan Android TV COOCAA S6G PRO Max ke pasar Indonesia.
Android TV yang disasar untuk dinikmati keluarga muda Indonesia hadir dalam tiga pilihan ukuran layar mulai dari 50, 55, dan 65 inch, dengan OS Android 10 yang paling stabil pada saat ini, dan dapat diupgrade ke Android 11.
TV ini sudah dibekali Wifi 2,4Ghz dan 5Ghz, untuk penerimaan sinyal wifi yang akan memberikan pengalaman terbaik untuk menonton tayangan streaming di layar televisi.
Gaya hidup smart living dengan teknologi Internet of thing (IoT) semakin menjadi tren dan kebutuhan bagi masyarakat modern. Pandemi Covid dan New Normal telah mengubah perilaku masyarakat dalam menikmati hiburan, salah satunya adalah tren dengan menonton berbagai macam tayangan hiburan secara terus-menerus atau biasa disebut dengan “Binge Watching”.
COOCAA TV S6G PRO Max hadir untuk membawa kualitas binge watching semakin nyaman di rumah. Dilengkapi dengan Google Assistant Build-In fitur Farfield Voice Controll, pengguna dapat melakukan perintah melalui suara (voice control) tanpa remote di TV, Coocaa TV S6G Pro Max mampu membawa konsep Smart Home semakin nyata di rumah. Sebagai pelengkap, TV ini juga dilengkapi tombol Voice Control di remotenya.
“Kami mempelajari tren binge watching ini di Indonesia dan memahami kebutuhan keluarga dan generasi muda di Indonesia untuk tersedianya Smart TV yang berkualitas dengan harga terjangkau yang mampu melengkapi gaya hidup mereka di era smart living seperti saat ini. Untuk itu, melalui peluncuran COOCAA TV S6G PRO Max di Indonesia, kami harap produk ini mampu mendukung keluarga dan generasi muda untuk mewujudkan impian mereka dalam menjalani gaya hidup yang nyaman dan ideal.” ungkap Li Fang Fang, Country Director PT. Skyworth Indonesia.
COOCAA S6G Pro Max dilengkapi dengan kapasitas penyimpanan 2+32GB. Pengguna dapat mengakses berbagai aplikasi yang tersedia di Google Play Store, bahkan menyimpan file foto atau video ke dalam memori TV. Kapasitas RAM besar membuat pengguna mengakses aplikasi dengan lancar. Tidak hanya itu, produk ini dilengkapi dengan aplikasi Castplay resmi dari Skyworth, yang dapat dioperasikan sebagai pengganti remot dan serta fitur mirroring dan trackpad, yang dapat diinstal di smartphone Android dan iOS.
Disertifikasi Netflix dan Youtube hingga kualitas speaker surround dari DTS Studio Sound dan Dolby Digital Plus, suara akan lebih jelas dan nyata, dengan Resolusi layar 4K dan HDR10 menampilkan tayangan video yang lebih tajam, saturasi warna cerah, serta setelan Frameless dengan layar yang lebih elegan dan kokoh dapat memberikan kesan yang lebih mewah, membawa pengalaman nonton di bioskop dapat dinikmati hanya dengan di rumah.
Sebagai mitra resmi Klub Sepak Bola Juventus, COOCAA memiliki semangat yang sama, yaitu untuk hidup dan memimpin masa depan. Sejalan dengan semangat tersebut, kami selalu berinovasi untuk menghadirkan produk berkualitas teknologi tinggi yang mampu meningkatkan kenyamanan gaya hidup para penggunanya,” kataBai Lidong, Marketing Director PT. Skyworth Indonesia.
Dibanderol mulai dari harga Rp 6.000.000,-, COOCAA TV S6G Pro Max diluncurkan secara eksklusif di Shopee mulai tanggal 29 sampai dengan 31 Juni 2021.
Pada peluncuran eksklusif ini, COOCAA bekerja sama dengan ARBIT untuk melengkapi perangkat Smart Home, berupa ARBIT Smart Wifi Bulb dan Smart Door Lock.
Paket bundling COOCAA TV S6G Pro Max dengan ARBIT Smart Wifi Bulb akan memberikan pengalaman menonton TV yang lebih menyenangkan. Adanya fitur HandsfreeGoogle Voice command yang disematkan pada COOCAA TV S6G Pro Max membuat konsumen dapat mengontrol perangkat Internet on Things (IoT), seperti ARBIT Smart Wifi Bulb, menggunakan perintah suara (voice command). Ditambah lagi fitur warna pada ARBIT Smart Bulb memungkinan pengguna COOCAA TV S6G Pro Max menyesuaikan warna lampu dengan mood yang ingin diciptakan pada saat menonton atau mendengarkan music.
Selain itu, ARBIT Wifi Smart Door Lock ini merupakan salah satu best seller di kategori smart home yang menambah rasa aman selama menonton TV. Dilengkapi dengan fitur password anti maling, Perangkat ini menyediakan 5 pilihan metode pembuka pintu menggunakan sidik jari, Password PIN, kartu RFID, aplikasi dan kunci fisik.
Selain itu, COOCAA juga memberikan berbagai keuntungan untuk menikmati layanan streaming, seperti gratis 3 bulan paket premium platinum Vidio dan 1 bulan paket VIP Joox.
“Bulan April lalu pada momen 4.4 Shopee Mega Shopping, COOCAA berhasil dinobatkan menjadi salah satu brand terlaris. Melihat momentum tersebut, kami menyadari bahwa e-commerce merupakan salah satu platform yang tepat dan efektif konsumen di seluruh Indonesia,” lanjut Bai Lidong.
Daniel Minardi, Head of Brands Management & Digital Products Shopee Indonesia, mengatakan “Shopee sangat senang dapat menjadi bagian dari peluncuran eksklusif Android TV COOCAA S6G PRO Max di Indonesia. Sebagai perusahaan yang berbasis teknologi, kami melihat maraknya tren gaya hidup smart living terutama pada keluarga muda Indonesia, harus didukung dengan adanya perangkat smart home yang berteknologi tinggi dengan berbagai fitur pendukung yang canggih pula untuk pengalaman dan kenyamanan yang maksimal. Sejalan dengan komitmen Shopee, kami berharap jalinan kerja sama ini dapat senantiasa menjadi bagian dari kemajuan gaya hidup masyarakat Indonesia sekaligus menjadi wadah bagi mitra brand agar dapat menjangkau pasar penjualan yang lebih luas lagi.”
tabloidpulsa.id – Masih terinspirasi dari pertanyaan salah satu kawan yang membutuhkan perangkat TWS sesuai dengan kebutuhannya, tulisan kali ini akan membahas TWS yang paling cocok untuk mendengarkan musik dalam resolusi tinggi. Masih dari kubu OPPO, karena dalam waktu dekat OPPO akan merilis satu lagi produk TWS OPPO Enco terbaru di awal bulan Juli yang condong ke kebutuhan musik.
Tulisan ini merupakan tulisan kedua dari sejumlah tulisan yang telah kami siapkan.
Perlu dipahami bahwa Bluetooth headset tidak bisa menangkap atau mentransmisikan file audio yang lossless. Artinya ketika pun Anda memiliki koleksi file lossless sekalipun, atau memainkan audio lossless dari layanan streaming semisal Spotify dan Apple Music pun, Bluetooth headset (termasuk TWS) akan menyuguhkan suara terbaik yang bisa mereka tangain, dan sudah bisa dipastikan bukan kualitas asli file tersebut.
Tapi dengan perkembangan teknologi codec audio Bluetooth yang ada sekarang, beberapa TWS mampu memaksimalkan audio yang ditransmisikan, asalkan kedua perangkat, baik itu ponsel dan TWS nya memiliki codec high res yang sama.
Soal codec audio Bluetooth ini bisa Anda baca di bagian Tekno. Akan kami publish ulang tulisan di tabloidpulsa beberapa waktu lalu dengan sejumlah update terkini.
Jika tidak sinkron antara codec hi-res yang dimiliki TWS dengan ponsel, maka audio akan ditransmisikan menggunakan codec terbaik yang sama-sama dimiliki kedua perangkat. Biasanya sih AAC. Dimana rata-rata audio yang tertransmisi merupakan audio 16 bit dalam frekuensi maksimum di angka 44.1 hingga 48kHz.
Ini juga sudah enak ya gan. Kalau file audio yang dimainkan kebetulan merupakan file Lossless, semisal FLAC 24 bit dengan sample rate di atas 96kHz, kita masih bisa mengenali separasi audio yang dimiliki meskipun sudah dikompres ke format yang didukung oleh AAC.
Buat Anda pengguna OPPO Find X2 Pro, kami sudah barang tentu akan merekomendasikan TWS premium milik OPPO, yakni OPPO Enco X. Cek tulisan di bawah alasannya.
OPPO Enco X – Harga Rp 2.199.000,-
Sekali lagi kami merekomendasikan produk ini untuk pengguna OPPO Find X2 Pro, atau ponsel lain yang mensupport codec LHDC. Atau bisa juga untuk mereka yang memiliki perangkat Digital Audio Player yang mendukung codec tersebut semisal FiiO, HIFIMAN dan sebagainya.
Sekedar mengingatkan LHDC merupakan singkatan dari Low Latency High Definition Audio Codec. Sebuah codec yang dikembangkan oleh Savitech yang memungkinkan audio dengan bit rate tinggi hingga 3 kali lipat standar codec biasa.
Itu teorinya. Dan perlu dipahami dari sini bahwa codec hanyalah salah satu faktor untuk menikmati musik yang maksimal. Lalu bagaimana dengan pengalaman kami saat menggunakannya untuk mendengarkan musik menggunakan OPPO Find X2 Pro dan perangkat TWS ini? Kami bisa merasakan kalitas yang tinggi dari audio yang tertransmisi.
Diangkat hingga kedalaman 24 bit, audio yang berasal dari file musik lossless FLAC mampu terdengar lebih baik dengan sampling rate yang sebenarnya masih tertahan di 48Khz. Tapi dengan bitrate mencapai 900kbps, maka suara akan jauh lebih bertenaga meskipun dalam volume rendah.
Audio yang diterima terasa luas, dengan separasi yang jelas. Memang tidak semaksimal menggunakan headset kabel, atau bahkan melalui DAC tambahan, tapi untuk sebuah pengalaman wireless Bluetooth, ini sudah lebih dari mumpuni.
Tapi kalaupun Ada tidak memiliki OPPO Find X2 Pro, atau DAP yang mendukung LHDC, OPPO Enco X juga telah membawa banyak senjata rahasia yang siap dimaksimalkan untuk pengalaman mendengarkan musik dari perangkat ponsel.
Sekali lagi, Codec High Res mungkin mampu mengalirkan audio yang padat dengan bitrasi besar, tapi itu saja tidak cukup untuk menghasilkan audio yang apik ketika sampai di telinga kita.
OPPO Enco X dibangun atas kerja sama OPPO dengan Dynaudio, sebuah perusahaan audio speaker kelas HiFi asal Denmark. Memilah dan mengevaluasi hal-hal yang terkait dengan kualitas keluaran audio digital, mulai dari jenis material, komponen elektrik, hingga penyetelan struktural di laboratorium akustik milik Dyanaudio.
Jadi ketika Anda mendengarkan musik dengan codec apapun, kualitas TWS OPPO ini tetap terasa kepremiumannya. Kami pun menggunakannya untuk mendengarkan musik via laptop, atau untuk sekedar liputan melalui aplikasi ZOOM, dan mendengarkan musik dari ponsel lain, termasuk iPhone yang memiliki codec AAC dengan bitrate yang terkenal tinggi.
OPPO Enco X juga menyematkan fitur ANC, alias Active Noise Cancellation. Dengan dua pilihan intensitas. Bisa dipilih ketika Anda benar-benar sendirian di ruangan, atau ketika membutuhkan koneksi dengan dunia luar.
tabloidpulsa.id – Seiring ramainya produk audio Bluetooth hadir di pasaran, maka semakin banyak istilah-istilah baru yang kita kenal kerap muncul dalam daftar spesifikasi produk tersebut. Salah satu yang paling happening adalah fitur ANC atau active noise cancellation.
Secara harfiah, fitur ANC berarti sebuah teknologi yang mengurangi noise secara aktif. Baik ke telinga kita saat mendengarkan musik, atau ke lawan bicara, ketika kita menelpon seseorang dengan Bluetooth headset. Ini pun harus Anda bedakan lagi, karena tidak semua produk membawa dua peruntukan Noise Cancellation ini.
Informasi produk Bluetooth headset akan menyebutkan apakah Noise Cancellation yang dimilikinya untuk keperluan berbicara di telepon (Talk)- beberapa menyebutnya noise reduction atau ANC: Active Noise Cancellation untuk menghalau suara bising saat mendengarkan musik. Seperti halnya pada TWS OPPO baru yang akan segera diluncurkan bulan Juli mendatang. Produk ini tidak membawa ANC tapi menawarkan Noise Cancellation untuk mengurangi kebisingan saat kita ngobrol di telepon menggunakan headset ini.
Ternyata, teknik Noise Cancellation itu juga ada yang pasif loh. Mungkin tidak banyak yang menggunakannya atau memang tidak menyebutkan di spesifikasi mereka.
Apa sih perbedaannya? Yuk kita bahas secara sederhana di tulisan ini.
Secara Terminologi
Secara sederhana, Active Noise Cancellation merupakan metode mengurangi kebisingan konstan dari luar menggunakan komponen dan teknologi khusus yang dibenamkan ke dalam headset.
Sementara Passive Noise Cancellation merupakan metode meredam kebisingan melalui bentukan desain yang kedap suara, tanpa menggunakan komponen elektronik atau teknologi khusus yang sengaja dibenamkan secara software.
Terjadi kesalahpahaman ketika pengguna headset menggunakan fitur ini untuk mengisolir diri dari dunia luar. Karena sejatinya, teknologi peredam kebisingan ini ditujukan agar kita bisa menikmati musik dalam volume yang kecil tanpa terganggu suara di sekeliling kita.
Cara KerjaNoice Cancellation
Perangkat dengan fitur Passive Noise Cancellation bekerja dengan mengurangi gangguan suara dari luar. Dengan menggunakan istilah “mengurangi” maka teknologi ini tidak menghilangkan sama sekali gangguan dari luar, melainkan meredam intensitasnya.
Earphone dengan passive noise cancellation/reduction mengandalkan kualitas desain earbud untuk “menyumbat” telinga agar suara dari luar tidak mengganggu suara yang berasal dari perangkat atau gadget yang digunakan. Artinya, dalam teknologi pasif ini tidak tersedia perangkat lunak yang secara aktif memisahkan frekuensi audio dengan menangkal frekuensi kebisingan dari luar.
Berbeda dengan teknolosi pasif, fitur active noise cancelling merupakan teknologi yang mampu menghambat atau menolak suara dari luar. Di dalam perangkat dengan fitur ini terdapat perangkat lunak yang bekerja memisahkan frekuensi antara frekuensi suara dari audio dengan frekuensi bising dari luar.
Selanjutnya, perangkat lunak tersebut akan menangkal atau menghilangkan suara bising yang masuk agar pengguna hanya dapat mendengarkan suara audio dari perangkat earphone atau headset.
Namun tidak semua suara pengganggu bisa ditahan dengan fitur ini. Kenapa? Karena biasanya perangkat lunak tersebut diprogram untuk mengenali frekuensi suara distorsi seperti suara kendaraan bermotor atau pesawat. Tapi untuk beberapa jenis suara di luar frekuensi tersebut akan sulit dikenali sehingga akibatnya frekuensi tersebut tidak ditahan.
Kelebihan dan Kekurangan
Headset dengan teknologi Active Noise Cancelling lebih bagus dalam menahan kebisingan. Namun harganya lumayan mahal. Noise cancelling aktif juga membutuhkan daya tambahan dalam pengoperasiannya. Artinya, khusus untuk TWS atau Bluetooth headset, maka daya tahan baterai bisa lebih pendek, atau kapasitasnya harus ditingkatkan.
ANC membutuhkan kerja mikrofon yang mengarah ke luar untuk mengenali kebisingan, namun hanya akan efektif untuk frekuensi rendah dan konstan, alias kurang cocok untuk menahan suara yang datang tiba-tiba cepat dan suara frekuensi tinggi. Dan pada beberapa kasus mengakibatkan kelelahan pada telinga, sehingga tidak disarankan untuk digunakan berlama-lama.
Headset dengan teknologi Noise cancelling pasif, sebaliknya akan membutuhkan desain earbuds yang sedemikian rupa agar mampu menyumbat kebisingan. Dengan ketidakseragaman bentuk dan ukuran telinga manusia, maka mereka akan mengandalkan ukuran dan desain pada eartips. Khususnya untuk perangkat yang berbentuk buds.
Headset berbentuk Cup atau full headset akan menawarkan Noise cancelling pasif yang lebih baik.
TabloidPulsa.id – EZVIZ, menambahkan salah satu kamera keamanan paling serbaguna ke dalam lini produknya untuk memberikan perlindungan rumah yang menyeluruh, baik di dalam maupun di luar ruangan. BC1 menjadi kamera yang 100% bebas kabel yang dilengkapi dengan stasiun utama (base station) yang disertakan untuk memberikan kinerja yang stabil hingga satu tahun penuh dengan sekali pengisian daya baterai. BC1 juga menawarkan banyak fitur yang menonjol, termasuk kualitas video 1080p yang tajam, penglihatan malam berwarna, two-way talk, dan active defense.
Dilengkapi dengan baterai isi ulang sebesar 12.900 mAh, kamera BC1 unggul dalam masa pakai baterai dan siap memberikan pengguna lebih banyak kebebasan dalam menentukan lokasi pemasangan tanpa khawatir di mana stopkontak rumah mereka berada, atau perlu menyewa tukang listrik untuk menambahkannya. Performa yang mengesankan didukung oleh stasiun utama yang disertakan, memastikan koneksi Wi-Fi yang lebih baik bahkan pada kondisi jarak yang jauh. Sebab, sinyal Wi-Fi yang stabil dan kuat akan memperpanjang masa pakai baterai untuk kamera itu sendiri.
Meskipun kamera ini dapat berjalan dengan bantuan baterai, desain terkini kamera BC1 menyediakan fitur yang setara atau bahkan lebih baik dibandingkan dengan fitur bawaan pada umumnya. Fitur ini mewarisi daya saing dari jajaran kamera luar ruang EZVIZ yang mampu menghasilkan gambar lebih hidup dan berwarna-warni di malam hari dengan dua lampu sorot yang tersemat. Ideal untuk digunakan di dalam dan di luar ruangan, kamera BC1 memiliki IP66 certification yang mampu menahan sebagian besar kondisi cuaca. Karena alasnya bersifat magnetis, pemasangan tidak memerlukan apa-apa selain memasangnya pada permukaan logam sehingga tidak memerlukan kabel, kawat, braket, atau pemasang profesional.
Mengintegrasikan sensor passive infrared (PIR) dan algoritma pendeteksi manusia, kamera BC1 sepenuhnya mampu membedakan bentuk manusia dari objek bergerak lainnya. Kemudian, kamera ini akan mengirimkan peringatan instan ke smartphone pengguna hanya ketika fitur berhasil mendeteksi calon penyusup. Lebih lanjut, fitur ini juga akan memicu pertahanan aktif untuk memberikan perlindungan secara real-time di tempat. Setelah pengguna mengatur area deteksi dan periode aktif pada Aplikasi EZVIZ, BC1 akan secara otomatis mengeluarkan bunyi sirene yang keras dan menyalakan dua lampu sorot untuk mencegah penyusup. Lebih lanjut, BC1 memungkinkan pengguna untuk merekam pesan suara yang unik sebagai bentuk peringatan atau salam kepada setiap pengunjung rumah yang dapat diatur secara otomatis.
“BC1 mengikuti praktik yang kami lakukan pada kamera dengan tenaga baterai populer kami sebelumnya, C3A, kami mempertahankan pengoperasian yang sederhana dan kontrol aplikasi yang intuitif, dan membuat perubahan dengan kamera yang berbentuk peluru dan tampilan ramping bersama dengan masa pakai baterai yang lebih lama dan menghadirkan banyak fitur canggih. Kami yakin dengan fleksibilitas dan daya tahan BC1, para pelanggan kami akan menikmati pengalaman keamanan di rumah mereka untuk naik satu tingkat lebih tinggi.” ujar Jessica He, Product Manager EZVIZ Battery-Powered Camera Range.
Untuk pengguna yang ingin meningkatkan sistem keamanan rumah mereka, EZVIZ menawarkan opsi pembelian yang fleksibel. Tiga Kit Kamera BC1 yang berbeda kini tersedia, sehingga pelanggan dapat memilih untuk menggabungkan satu, dua, atau tiga kamera BC1 dengan satu stasiun utama. Ada juga beberapa opsi penyimpanan video dimana pengguna dapat menyimpan video secara lokal menggunakan kartu microSD, yang nantinya akan dimasukkan langsung ke stasiun utama (base station), atau berlangganan EZVIZ CloudPlay untuk penyimpanan otomatis video yang dipicu oleh gerakan dan ruang penyimpanan tak terbatas di cloud.
tabloidpulsa.id – Membawa gen Republic of Gamers dari layar lebar ke sebuah ponsel yang memiliki karakteristik berbeda bukanlah satu hal mudah. Namun Asus telah terbukti mampu melakukannya, bahkan sampai ke percobaan keempatnya kali ini. Sebuah perangkat ponsel ASUS ROG PHONE 5 yang tidak hanya didesain untuk nge-game tapi juga dilengkapi dengan fitur sejalan, baik secara hardware maupun software.
Rasanya hanya soal harga yang membuat kita menahan diri untuk tidak tergoda membeli produk ini. Selain diperkuat dengan SoC terbaik saat ini, sejumlah fitur pada desain dan software dihadirkan untuk membuat kita betah berlama-lama bermain game di ponsel kita.
HARGA: Rp 9.999.000,- (varian 8/128 GB), Rp 14.999.000,- (varian 12/256 GB)
PILIHAN WARNA: Phantom Black, Storm White
PAKET PENJUALAN: Ponsel ROG Phone 5, Casing Armor, Kabel data braided USB Type-C, Charging Adapter, Buku manual, Kartu garansi.
SPESIFIKASI:
Dimensi & Berat (mm&gram)
172.8 x 77.3 x 10.3 mm / 238 gram
SIM & Jaringan
Dual Nano SIM, 5G/4G LTE/HSPA+/3G/2G
Sistem Operasi (OS)
ROG UI berbasis Android 11
Supported storage eksternal
Tidak
Layar inci – Tipe Screen
6.78 inci, 1080 x 2448 pixels (~395 ppi density), AMOLED, 144 Hz, 800 – 1200 nits, Corning Gorilla Glass Victus
Performa tinggi di kelasnya Layar AMOLED 144Hz Baterai besar 6000 mAh Dual Cell Fitur Game yang lengkap Desain futuristik dan MachoP erlindungan kaca Gorilla Glass Victus NFC Letak tombol dan port sesuai untuk game Flash Charging 65W Speaker Stereo kencang DTS Video Recording patut diacungi jempol
Panas ketika digunakan berlama-lama dalam X Mode ON.
Terlalu banyak fitur dengan tata letak saling tumpang tindih.
Desain UI tampil futristik tapi terasa kaku
Desain Rigid Manjakan Segala Ukuran Tangan
Hal pertama yang langsung kita rasakan setelah unboxing adalah ukuran ponsel yang terasa relatif besar. Namun ada kesan licin karena hampir seluruh bagian ponsel dilapisi kaca pelindung Corning Gorilla Glass Victus.
Untungnya Asus menyediakan casing pelindung tambahan yang terbuat dari plastik keras dengan desain futuristik. Casing ini tidak menutupi semua bagian ponsel. Sengaja dibuat untuk memiliki beberapa lubang dan area terbuka, namun cukup untuk melindungi bagian-bagian vital dari ponsel.
ROG Phone 5 memang dibuat untuk kenyamanan bermain game. Untuk itu banyak fitur-fitur hadir di sisi desain, yang tidak Anda temukan di ponsel lain. Dan karena harus bisa diakses sepanjang penggunaan, maka casing pun dibuat dengan bukaan yang disesuaikan dengan letak bagian-bagian penting tersebut.
Seperti biasa kita akan komentari bagian back cover dulu. Di sini, seluruh bagian tertutup dengan kaca. Kamera diletakkan di sisi kiri atas dalam area persegi dengan sisi-sisi yang asimetris. Di bawahnya ada tulisan 64MP Quad Bayer, menunjukkan spesifikasi kamera yang dibawa.
Masih di bagian back cover, agak ke bawah kita menemukan logo Asus ROG yang juga memancarkan cahaya RGB saat mode tertentu diaktifkan. Menghadap ke kanan. Dengan demikian ponsel ini dibuat untuk gaming landscape dengan cara menghadapkannya ke arah yang sama.
Beralih ke bagian depan, ponsel ini membawa layar yang luas dan memutuskan untuk memisahkan bagian kamera depan dengan layar. Tapi tidak dengan bentukan poni, melainkan bezel yang dibuat cukup signifikan baik di atas maupun di bagian bawah.
Dengan demikian Asus ROG Phone 5 bisa menyematkan speaker dengan keluaran mirip bentukan earpiece di kedua sisi bezel tadi, tanpa harus menyembunyikan lubang-lubangnya. Saat digunakan dalam posisi landscape, maka dua speaker ini akan memancarkan audio dengan sama kuat menciptakan efek stereo dengan separasi yang apik.
Bagian layar tidak akan terganggu oleh poni ataupun lubang kamera, dan kita bisa fokus bermain game atau menonton tayangan favorit.
Dalam kondisi portrait menghadap ke depan, maka semua tombol ponsel akan berada di sisi kanan ponsel. Letaknya agak cenderung ke tengah-tengah garis diagonal ponsel. Terdiri dari tombol power yang diberi warna merah, dan tombol volume di atasnya.
Peletakkan tombol power dan volume di tengah ini sengaja ditempuh agar Asus bisa meletakkan tombol sentuh dengan haptic feedback di atas tombol volume dan di bawah tombol power. Jika digunakan secara diagonal, maka kedua area sentuh ini akan berfungsi mirip tombol pada punggung joystik game, alias RB+LB atau R1+L1 dan bisa juga dianggap sebagai RT+LT atau R2+L2.
Tombol sentuh tadi disebut sebagai Air trigger, dan bisa diaktifkan melalui shortcut menu di home screen.
Di sisi berlawanan, atau kiri ponsel saat ponsel diposisikan portrait menghadap ke depan, ada satu bagian yang ditutupi oleh karet kecil. Bagian ini berisi lubang charger USB Type-C dan konektor Aero Cooler yang merupakan aksesori tambahan untuk mengurangi panas pada ponsel sekaligus memberi tombol shortcut tambahan untuk bermain game.
Lubang charger ini sangat membantu ketika kita harus melakukan charging sambil bermain game. Letaknya megingatkan kita pada letak konektor power Nintendo Switch yakni di tengah bagian bawah saat layar landscape.
Lalu berikutnya di bagian bawah, ponsel ini juga masih menyediakan lubang charger dan data dengan tipe USB type C, juga colokan audio 3.5 mm.
Layar 144Hz untuk Gaming Maksimal
Asus ROG Phone 5 membawa layar berukuran 6.78 inci. Luas memang, tapi hanya menyediakan sekitar 82 persen area aktif terhadap keseluruhan luas penampang ponsel. Itu sudah termasuk besar untuk ukuran ponsel gaming kekinian.
Menggunakan panel AMOLED, layar ponsel ini terlihat apik dengan tingkat kecerahan 800 hingga 1200 nit dan standar tayangan HDR10+ untuk menonton film seindah warna bioskop. Tapi, yang paling menarik tentu saja dukungan refresh rate hingga 144Hz pada layar ponsel ini. Pastinya jika dioptimalkan akan memanjakan gamer yang memainkan game dengan pace dan akurasi tinggi.
Resolusi layar ponsel ini berada di angka 1080 x 2448 pixel dengan nilai kerapatan mencapai 395 ppi. Bukan sekedar spesifikasi layar ponsel flagship, namun juga spesifikasi yang bakal menguntungkan mereka yang suka ngegame.
ROG UI dengan Banyak Fitur Game
Kesan futuristik segera kita rasakan saat membuka ponsel ini. Suara robotik saat membuka layar dengan animasi yang sejalan akan membedakan ponsel ini dengan ponsel flagship biasa. Hal ini diterapkan bahkan untuk hampir semua fitur bawaan ponsel.
Ikon-ikon menu pun diberi sentuhan futuristik. Dengan memberi akses warna merah saat X Mode diaktifkan, atau warna lain semisal kuning, biru dan sebagainya di sekeliling tiap ikon menu yang dimiliki saat X Mode OFF. Dimana notifikasi yang hadir akan ditampilkan berupa lingkaran kecil di atas lingkaran ikon menu tersebut.
Selain tampilan, sejumlah fitur khusus game dihadirkan oleh ROG phone 5. Tidak tanggung-tanggung, hampir semua lini kebutuhan disediakan oleh ponsel ini. Bukan sekedar sebuah gaming mode, tapi juga ke fitur-fitur mendasar yang menjamin kenyamanan bermain game di barisan “rata kanan”.
ROG Phone 5 punya Armoury Crate. Merupakan pendekatan Asus untuk sebuah game launcher dengan organizer yang lebih rapi, menampilkan benchmark, mendownload setingan profile untuk game dan aksesoris tertentu dan sebagainya. Anda mungkin sudah pernah menemukannya di Laptop ROG atau TUF.
Banyak hal yang bisa kita lakukan di Armoury Crate ini dan mungkin kita harus menyediakan satu tulisan khusus mengenai hal ini di masa mendatang. Yang pasti kita akan dimanjakan dengan pengaturan manual ataupun otomatis tergantung skenario bermain game kita dari sini.
Lalu berikutnya ada X Mode. Merupakan mode performance yang paling tinggi hirarkinya. Mode ini akan mengaktifkan sejumlah pencahayaan dan efek animasi yang unik, termasuk lampu RGB di logo ROG pada belakang ponsel. Saat diaktifkan, X Mode akan meningkatkan efisiensi perangkat keras, mematikan telepon, atau menghapus aplikasi yang berjalan di belakang sistem, hanya dengan satu sentuhan saja.
Saat bermain game, juga ada bantuan Game Genie. Sebuah menu on the fly, yang akan sangat membantu kita dalam mengoptimalkan fungsi ponsel lainnya, sehingga kita tidak benar-benar terisolasi dari dunia luar. Atau sekedar untuk mengaktifkan mode perekaman video, dan informasi performa di atas layar game.
Di samping itu ada fitur Battery Care. Semua hal terkait dengan pengisian daya, mulai dari laporan keabnormalan behaviour, atau limiter daya agar pengecasan bisa berlangsung lebih aman lagi, ada di sini. Juga suatu saat bisa untuk melihat kualitas baterai ponsel selama digunakan.
Performa Bermain Tidak Main-main
Asus ROG Phone 5 membawa SoC terbaik di kelasnya saat ini. Yakni Snapdragon 888 5G besutan Qualcomm. Memang bukan ponsel pertama yang mengadopsi SoC ini, tapi merupakan percobaan pertama untuk benar-benar berkonsentrasi pada kebutuhan game saja.
SoC dengan fabrikasi 5nm ini merupakan SoC yang membawa CPU 8 inti dengan konfigurasi 1 x 2.84 GHz Kryo 680, 3 x 2.42 GHz Kryo 680 dan 4 x 1.8 GHz Kryo 680. 8 inti yang seragam hanya dengan clock speed yang berbeda.
SoC Snapdragon 888 5G juga membawa GPU kelas flagship Adreno 660. Merupakan jaminan kualitas grafis, terutama untuk mendukung tampilan frame rate tinggi yang didukung oleh layar ponsel ini.
Produk yang kami review membawa RAM 8GB dengan ROM 128GB. Sudah cukup mumpuni untuk menjalakan game-game favorit kami. Bahkan dengan fitur-fitur tambahan semisal Air Trigger dan X Mode, maka bermain sejumlah judul semisal PUBG Mobile jadi makin jago. Dan mungkin Anda akan butuh Scout Mode untuk meningkatkan kemampuan Anda di game ini. Tapi jangan digunakan ketika kompetisi resmi kali ya.
Tanpa menggunakan headphone pun, audio ponsel ini sudah mumpuni. Dilengkapi dengan teknologi DTS:X suara kencang dan jelas akan membantu kita menemukan di mana musuh bersembunyi.
Sayangnya, ketika digunakan cukup lama. Tanpa ada bantuan Aero Cooler, ponsel jadi terasa panas. Terutama jika kita mengaktifkan X Mode. Panas tidak hanya terasa di bagian back cover saja. Kadang di kondisi tertentu panas sampai ke area layar, yang membuat layar AMOLED jadi kurang responsif.
Sebenarnya ROG Phone 5 sudah punya mekanisme pembuangan panas yang apik, hanya saja memang demi menjaga pengalaman bermain, hardware ponsel dipaksa untuk berjalan maksimal. Membeli aero cooler dan menggunakannya untuk menghilangkan panas pada ponsel akan menjadi penting.
Menariknya jika Anda membeli produk ini di akhir Juni 2021, Anda akan mendapatkan Aero Cooler ini sebagai bonus. Jika persediaan masih ada. Atau kalau tidak, Anda harus membelinya secara terpisah.
Kamera yang Tak Sekedar Ada
Meskipun dirilis untuk para gamer bermain game-game faorit mereka secara kompetitif, bukan berarti Asus ROG Phone melupakan fitur imaging. Membawatiga kamera utama dan satu ka,era selfie, ponsel ini sudah lebih dari cukup untuk menjadi perangkat andalan dalam mengabadikan momen bersejarah.
Dengan sensor Sony IMX686, kamera depan 64 MP quad bayer menjadi kamera utama. Membawa bukaan f/1.8 sudah mumpuni untuk memotret di segala kondisi pencahayaan. Kamera ini kemudian ditemani dengan kamera 13 MP untuk kebutuhan ultra wide dan 5MP untuk makro.
Untuk kebutuhan selfie, ada kamera 24 MP di bagian depan dengan bukaan f/2.5 dan hasilnya bisa Anda lihat di beberapa foto berikut.
Menariknya, kamera ponsel ini mampu merekam video dalam resolusi 8K dengan framerate 30 FPS. Meskipun TV atau monitor yang mampu menayangkannya secara nativ dan maksimal masih belum banyak tersedia di pasar.
Dan kita masih bisa memanfaatkan video recording dalam resolusi 4K hingga frame rate 120fps untuk menghasilkan video yang slomo super dramatis dan super tajam.
makro
portrait
Night mode
selfie
wide
super wide
Baterai Kapasitas Tinggi dengan Fast Charging 65W
Wajar kalau Asus ROG Phone 5 ini berukuran cukup besar. Karena ponsel ini membawa baterai berkapasitas besar 6000 mAh, dengan tipe baterai dual cell. Mungkin Anda jarang mendengarnya hadir di perangkat ponsel, tapi pendekatan yang sama pernah dilakukan oleh beberapa vendor lain sebelumnya.
Kami belum bisa memastikan apakah akibat penggunaan baterai ini yang membuatnya jadi mudah panas dalam pemakaian yang cukup lama, atau ada faktor lainnya semisal CPU yang dipacu di kemampuan maksimum. Yang pasti baterai ini mampu menemani kita ngegame seharian. Dan kalaupun tidak sampai waktu yang kita targetkan, kita bisa melakukan charging sambil bermain game melalui port daya yang ada di sisi samping.
Hal ini ditambah dengan kemampuan fast charging dengan asupan daya optimal di 65W. Secara teori mampu mengisi baterai dari nol ke 100% hanya dalam waktu 52 menit.
Kesimpulan
Kalau sebagian besar penggunaan ponsel Anda selama ini adalah untuk bermain game, maka tidak alasan untuk tidak “ngiler” dengan Asus ROG Phone 5. Memang tidak menjamin Anda untuk langsung jadi jago, tapi produk ini dibuat benar-benar untuk bermain game dengan nyaman, mulai dari tata letak tombol dan port, desain futuristik, audio yang menggelegar serta SoC untuk performa maksimal.
Semua hal ini bahkan bisa ditekan harganya sampai di angka 10 jutaan saja, dengan pilihan RAM 8GB dan ROM 128GB. Belum termasuk bonus penjulan di awal launching. Hanya saja mungkin Anda akan butuh aksesoris tambahan untuk mengurangi panas yang dihasilkan hardware ponsel ini. Positifnya, gunakan panas berlebih tadi sebagai pengingat untuk Anda mengistirahatkan ponsel barang sejenak.
tabloidpulsa.id – Sebelumnya POCO Indonesia menginformasikan untuk tidak perlu tergesa-gesa membeli smartphone 5G.
Alasannya tidak lain karena beberapa hari lalu, POCO Indonesia mengumumkan secara resmi akan menghadirkan “The Real 5G Killer” yaitu POCO M3 Pro 5G di Indonesia pada tanggal 29 Juni 2021 pukul 19.30 WIB di channel YouTube POCO Indonesia.
Penasaran bagaimana performa dan harga The Real 5G Killer ini? Tunggu dulu, sebelum mencari tahu performa dan harganya, ayo kita intip desain POCO M3 Pro 5G yang akan hadir di Indonesia pada Selasa (29/6) mendatang.
Smartphone ini akan hadir dengan konsep desain yang cukup keren. Seperti bocoran gambar yang beredar, perangkat ini memiliki struktur bodi belakang yang terbilang unik.
Terdapat logo POCO yang posisinya sejalur dengan panel kamera, plus dihiasi sapuan warna yang benar-benar berbeda dari smartphone kebanyakan.
Pastinya, akan ada juga penjelasan mengenai fitur-fitur killer, keunggulan, dan respon POCO fans, tech media dan reviewer soal produk satu ini.
Tidak lupa, POCO ICON juga akan menghibur POCO fans lewat penampilan yang epik. Jadi, langsung bookmark halaman peluncurannya di http://bit.ly/TheReal5GKiller.
tabloidpulsa.id – Setelah diperkenalkan secara resmi dan membuka Pre-Order hingga tanggal 25 Juni lalu, kini vivo V21 sudah bisa didapatkan secara resmi oleh konsumen mulai hari ini (26/6).
Meluncur dengan harga Rp 4,399,000 untuk varian 128GB dan Rp 4,999,000 untuk varian 256GB, vivo V21 mulai dijual melalui vivo store, mitra e-commerce dan retail partner vivo di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami berharap penjualan vivo V21 dapat memperoleh sambutan positif dari para konsumen di Indonesia. vivo Indonesia juga beradaptasi dengan kondisi saat ini dengan menawarkan berbagai layanan pendukung untuk memudahkan konsumen mendapatkan vivo V21,” ujar Edy Kusuma, Senior Brand Director vivo Indonesia.
vivo V21 hadir dengan sejumlah fitur canggih yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang gemar menangkap momen terbaik mereka tanpa batas. Pada sektor kamera, vivo V21 menyematkan 44MP Autofocus Super Night Selfie yang dapat menghasilkan foto dan video tampak jernih dan tajam dalam jarak dekat ataupun jauh, 64MP Night Camera yang memaksimalkan pengalaman foto dan video meskipun dalam keadaan minim cahaya dengan konfigurasi: 64MP Main Camera, 8MP Super Wide-Angle Camera dan 2MP Super Macro Camera.
vivo V21 dibalut dengan Ultra Slim Design dan memiliki dua varian warna yang stylish, yaitu Diamond Flare yang menyajikan Diamond Cutting Design yang unik serta Roman Black untuk tampilan klasik namun tetap stylish. vivo V21 menghadirkan ketebalan bodi sebesar 7.38mm dan berat hanya 171gr yang akan memberikan kenyamanan konsumen ketika memakai smartphone ini.
vivo V21 dibekali kapasitas 8GB + 3GB Extended RAM, dimana konsumen bisa memanfaatkan fitur ini untuk meningkatkan pengalaman pengguna ketika membuka aplikasi secara bersamaan tanpa lag. Fitur ini dapat memanfaatkan ruang memori internal yang idle sebesar 3GB dan menambah RAM menjadi 11GB. Fitur Extended RAM juga didukung dengan swap memory software, sehingga tidak akan mengganggu kinerja performa memori internal ROM pada vivo V21.
Lebih lagi dari sisi ROM, vivo V21 tersedia dalam dua varian kapasitas memori yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan pengguna, yaitu 128GB dan 256GB yang masing-masing dapat diperluas hingga 1TB. Dengan kapasitas penyimpanan yang luas ini, pengguna vivo V21 dapat memiliki ruang yang luas untuk menyimpan berbagai file dokumen, video, foto, hingga musik.
Fitur lain yang menyempurnakan teknologi di dalam vivo V21 adalah adanya NFC Multifunctions yang memiliki fungsi beragam untuk memudahkan konsumen pada aktivitas sehari-hari. NFC Multifunctions ini, selain bisa digunakan untuk keperluan top-up dan cek saldo e-money serta transfer data, dapat pula digunakan untuk menduplikasi fungsi kartu akses kantor, rumah atau apartemen.
vivo V21 mulai dijual perdana melalui platform online dan offline. Selama masa Selling Day, konsumen dapat memiliki benefit 12 bulan perpanjangan masa garansi dan 6 bulan garansi proteksi layar.Pada kanal online konsumen dapat memperoleh vivo V21 ekslusif melalui e-commerce partner Shopee dengan benefit hadiah vivo Wireless Sport Lite, e-voucher senilai Rp 75,000 dan promo cashback untuk pengguna Akulaku senilai hingga Rp 500,000.
Pada penjualan offline, konsumen bisa mendapatkan penawaran Special Gift senilai hingga Rp 500,000. Selain itu, vivo Indonesia bekerjasama dengan Laku6 dan ENB menghadirkan Trade-In Program dengan tambahan benefit senilai hingga Rp 550,000 untuk para konsumen yang ingin menukarkan smartphone lama mereka dengan vivo V21. Syarat dan ketentuan berlaku.
vivo Official Whatsapp dan VIP Prime
Beradaptasi dengan kondisi saat ini, vivo memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin mendapatkan atau bertanya tentang vivo V21 tanpa harus pergi keluar rumah. vivo Indonesia mengutamakan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen dengan menghadirkan ‘VIP Prime’, layanan pesan antar ‘Layanan Antar ke Rumah’ dan ‘Live Chat / vivo Official WhatsApp’. Hal ini menambah komitmen dan kepedulian vivo kepada konsumen bahwa vivo memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi konsumen.
Lewat VIP Prime, vivo Indonesia menawarkan benefit layanan purna jual tambahan secara gratis untuk penggantian screen protector dan case vivo, pemeriksaan smartphone, instal ulang software, serta One-Hour Rapid Repait untuk vivo X-Series, Y-Series dan V-Series. Lebih lagi, tambahan layanan gratis pengambilan unit di rumah, VIP Line prioritas di Service Center, serta smartphone cadangan khusus untuk produk X-Series. Syarat dan ketentuan berlaku.
Layanan Antar Ke Rumah merupakan inisiatif dari vivo Indonesia untuk membantu konsumen yang ingin mendapatkan smartphone vivo tanpa harus mengunjungi vivo store. Layanan ini menerapkan prosedur standar kebersihan dan keamanan mulai dari proses penyiapan barang hingga barang sampai ke tangan konsumen.
Selain itu, vivo Indonesia juga menawarkan one stop service yang dapat berkomunikasi langsung dengan vivo melalui layanan Live Chat pada website resmi vivo dan vivo Official WhatsApp di nomor 0811-9760-1111. Konsumen dapat langsung menghubungi Live Chat / vivo Official WhatsApp jika konsumen ingin membeli produk vivo, menanyakan ketersediaan produk atau layanan lainnya, hingga berkonsultasi jika ada masalah dengan smartphone vivo.
“Kami berterima kasih atas dukungan dan kesetiaan konsumen loyal vivo yang turut menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan vivo hingga saat ini. Kami harap kami dapat terus beradaptasi dan menghadirkan inovasi serta layanan terbaik bagi para konsumen vivo di Indonesia.” tutup Edy.
TabloidPulsa.id — ASUS hari ini (25/06/2021) mengumumkan peluncuran seri kartu grafis terbaru GPU NVIDIA® GeForce RTX™ 3080 Ti dan GeForce RTX 3070 Ti. Didukung oleh arsitektur NVIDIA Ampere®, GeForce RTX 3080 Ti memberikan kemampuan luar biasa dalam kinerja dengan fitur-fitur yang dihadirkan seperti ray tracing, NVIDIA DLSS performance-boosting AI, NVIDIA Reflex latency-reduction, NVIDIA Broadcast streaming dan memori tambahan yang memungkinkannya untuk mempercepat kinerja melalui berbagai aplikasi kreator yang populer. Menjadi primadona pada segmen kelas menengah, GeForce RTX 3070 Ti menghadirkan lebih banyak CUDA, RT, dan Tensor cores untuk sistem mainstream.
ASUS telah memanfaatkan GPU terbaru yang lebih bertenaga ini untuk menciptakan desain khusus yang menyajikan kecepatan clock yang tinggi, dengan suhu rendah, dan tingkat kebisingan yang rendah. ROG Strix LC GeForce RTX 3080 Ti adalah kartu grafis RTX 30 Series pertama kami yang menggunakan desain hybrid liquid-cooled untuk potensi kinerja yang luar biasa, sementara versi ROG Strix dan TUF Gaming dari GeForce RTX 3080 Ti dan GeForce RTX 3070 Ti memberikan pengalaman yang sangat berbeda dalam pendinginan udara.
ROG Strix LC GeForce RTX 3080 Ti: Solusi pendingin cair all-in-one Untuk mengeluarkan potensi GPU GeForce RTX 3080 Ti, kami beralih ke solusi yang sudah dikenal dan disukai oleh pembuat PC di seluruh dunia, yaitu pendingin cair all-in-one. Perpaduan kecepatan dan gaya kartu grafis ini dimulai dengan selubung bersudut dan aksen LED RGB yang dapat disesuaikan, yang bersinar melalui guratan-guratan tebal di permukaannya. Kali ini, kami merancang aksen metalik yang lebih minimalis untuk lapisan pendingin. Hal ini akan menghilangkan sebagian besar aksen cybertext merek dagang kami untuk tampilan bersih yang siap diintegrasikan dengan pencahayaan warna-warni, nada monokrom, dan beragam tekstur perangkat keras ROG lainnya. Kami juga melapisi kabel kipas dan lampu dalam anyaman anti-abrasif pada setiap selang pendingin untuk tampilan yang sangat halus.
Di bawah lapisan, full-coverage water block khusus mentransfer panas dari memori GPU dan GDDR6X langsung ke lingkaran pendingin cairan, bukan ke bagian dalam casing. Pendingin melewati selang ekstra panjang 600 mm ke radiator 240 mm. Panjang selang yang besar, dikombinasikan dengan kompatibilitas casing yang luas dari radiator 240 mm, berarti bahwa kalangan enthusiast dapat dengan percaya diri memasang ROG Strix LC GeForce RTX 3080 Ti bahkan di tempat yang paling luas sekalipun. Fleksibilitas ini memungkinkan pembuat sistem bereksperimen dengan jalur aliran udara terbaik untuk kebutuhan kartu grafis mereka. Radiator dapat dipasang di bagian atas casing untuk membiarkan pembuangan panas melewati interior casing sepenuhnya, atau ke depan dengan kipas yang dikonfigurasi sebagai saluran masuk untuk mendinginkan kartu grafis dengan aliran udara sedingin mungkin.
Lingkaran pendingin cairan adalah bagian penting untuk ROG Strix LC GeForce RTX 3080 Ti, tetapi kartu grafis ini tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya kipas itu sendiri. Sepasang unit 120 mm yang dirancang khusus, dioptimalkan untuk Cubic Feet perMinute (CFM) dan tekanan statis tinggi, menjaga banyak udara tetap mengalir melalui sirip padat radiator jarak jauh. Kipas blower low-noise di bawah lapisan kartugrafis mendinginkan heatsink untuk memastikan komponen penting tersebut tetap dingin di bawah standar atau beban saat di-overclock. ROG Strix LC GeForce RTX 3080 Ti serta card fan control intellegence yang diperluas menjadi dua kipas casing menggunakan sepasang header FanConnect II yang merupakan merek dagang kami. Daripada menggunakan suhu CPU atau motherboard yang meningkat sebagai proxy yang tidak sempurna untuk peningkatan suhu GPU, header FanConnect II dapat memantau suhu prosesor grafis itu sendiri untuk meningkatkan aliran udara tepat saat diperlukan untuk suhu optimal selama sesi permainan game yang lama.
ROG Strix GeForce RTX 3080 Ti dan GeForce RTX 3070 Ti: Peningkatan pada Pendinginan Udara ROG Strix GeForce RTX 3080 Ti dan ROG Strix GeForce RTX 3070 Ti meningkatkan semua penyempurnaan dan inovasi terbaru kami dalam pendingin udara. Heatsink besar 2,9 slot hadir dalam lapisan bersudut agresif dengan array LED RGB yang dapat disesuaikan di sepanjang tepi kiri untuk tampilan menarik yang tidak perlu diragukan lagi namun tetap merupakan ciri khas ROG. Tampilan baru juga terdapat pada pelat metalik bagian belakang, di mana tekstur kontras dan nuansa monokrom halus mengelilingi cut-out pendingin fungsional yang memungkinkan pembuangan aliran udara yang dipanaskan naik ke atas, ke jalur aliran udara alami dari casing.
Tiga kipas yang dibuat menggunakan putaran desain berteknologi aksial terbaru kami, dengan pola rotasi memutar arah untuk menghasilkan aliran udara yang lancar dan terarah melalui jajaran sirip area permukaan yang tinggi. Jumlah blade yang lebih tinggi pada setiap kipas meningkatkan tekanan statis dan CFM aliran udara yang tersedia, semuanya dihadirkan tanpa peningkatan tingkat kebisingan yang tidak diperlukan. Cincin penghalang berlekuk pada dua kipas luar dan cincin penghalang padat pada kipas tengah, mengelola turbulensi dan memastikan bahwa udara pendingin secara konsisten mencapai bagian terpanas dari heatsink untuk suhu terendah dan kinerja tertinggi. Saat idle, kipas turun ke mode 0 dB yang membantu meminimalkan tingkat kebisingan sistem, sementara header FanConnect II memungkinkan kipas casing memberikan hembusan udara dingin tepat pada saat dibutuhkan.
Kartu grafis Ampere memberikan peningkatan kinerja per watt yang besar dibandingkan dengan pendahulunya. Untuk dapat sepenuhnya memanfaatkan peningkatan ini, kartu grafis ini dapat menarik lebih banyak daya secara keseluruhan. Heatsink ROG Strix yang besar dan PCB yang dirancang dengan cermat memungkinkan kami mendukung peningkatan kinerja tersebut dengan daya listrik mentah dalam jumlah besar. Hingga tiga konektor daya PCI Express® (PCIe®) delapan pin menarik arus langsung dari PSU untuk mengurangi tekanan pada motherboard, dan monitor sirkuit sensor transien resolusi tinggi yang mengalirkan daya untuk penurunan yang dapat berdampak negatif pada stabilitas sistem . Sirkuit sensitif ini dapat menghemat waktu berjam-jam untuk mengatasi frustrasi jika power supply tidak dapat mengimbangi.
TUF Gaming GeForce RTX 3080 Ti and GeForce RTX 3070 Ti: Tetap minimalis Untuk kebutuhan PC DIY yang minimalis, TUF Gaming GeForce RTX 3080 Ti dan GeForce RTX 3070 Ti merupakan pilihan yang tepat. Kedua kartu grafis ini menghadirkan estetika terbaru yang sangat minimalis. Lapisan pendingin aluminium yang menutupi heatsink 2,7 slot yang didinginkan oleh tiga kipas yang dibuat dengan desain teknologi aksial kami yang telah terbukti. Seperti pendahulu Strix, kartu grafis TUF Gaming ini dapat menghentikan kinerja kipas sepenuhnya saat tidak digunakan untuk bekerja dengan senyap. Pelat belakang aluminium full-length menawarkan potongan pendingin di bagian depan kartu untuk membantu aliran panas ke jalur aliran udara alami casing. Dan satu aksen Aura RGB LED di bagian depan kartu terintegrasi dengan skema pencahayaan Aura Sync tanpa menarik perhatian yang berlebihan.
Kartu grafis TUF Gaming tidak hanya tangguh di luar. Teknologi perakitan Auto-Extreme, yang digunakan di seluruh jajaran produk kami, menempatkan dan menyolder komponen dengan tepat tanpa campur tangan manusia untuk meningkatkan keandalan dan kualitas build. Kapasitor ekstra kokoh dalam subsistem pengiriman daya dipilih untuk masa pakai yang lama dalam kondisi pekerjaan berat, dan pengujian 144 jam di pabrik memastikan bahwa setiap kartu grafis siap bekerja saat dipasang pada sistem.
Ketersediaan & Harga Informasi lebih lanjut mengenai harga dan ketersediaan Kartu grafis ASUS ROG Strix LC GeForce RTX 3080 Ti, ROG Strix GeForce RTX 3080 Ti, dan TUF Gaming GeForce RTX 3080 Ti, silahkan hubungi perwakilan ASUS di kota Anda.
tabloidpulsa.id – terinspirasi dari pertanyaan salah satu kawan yang membutuhkan perangkat TWS sesuai dengan kebutuhannya, kami melakukan riset cukup mendalam terhadap sejumlah TWS. Baik yang sudah kami review maupun yang belum. Kali ini mendengar kabar bahwa OPPO pun akan merilis sebuah TWS baru awal bulan depan, maka kami mulai tulisan ini dari kubu OPPO, khusus untuk bermain game.
*Tulisan ini merupakan tulisan pertama dari sejumlah tulisan yang telah kami siapkan.
OPPO yang seingat kami juga bermula dari perusahaan yang kerap “bermain” di pasar audio high end, tentu memiliki reputasi yang tidak main-main dalam mengembangkan produk audio. Bahkan ketika kini mereka sudah berkonsentrasi pada perangkat ponsel sekalipun.
Sejumlah TWS telah OPPO tawarkan ke pasar Indonesia. Dengan penamaan OPPO Enco, mereka tersebar dalam rentang harga yang beragam. Memberikan kesempatan kepada pengguna untuk memilih mana yang lebih tepat untuk mereka.
TWS Kelas Pemula untuk Ngegame
Bagi Anda yang memiliki dana terbatas, atau baru saja ingin beralih menggunakan TWS, OPPO punya beberapa produk menarik.
OPPO Enco W11 – Harga Rp 499.000,-
Dilihat dari harganya yang relatif terjangkau, OPPO Enco W11 menjadi pilihan tepat bagi mereka yang memiliki dana terbatas. Tapi bukan berarti kualitasnya sembarangan ya. Pertama, produk ini merupakan TWS generasi baru. Artinya masing-masing earbuds terhubung secara simultan dengan perangkat ponsel. Tidak lagi mengandalkan satu earbuds saja.
Kedua, TWS ini cocok bagi pengguna ponsel OPPO yang suka bermain game. Dengan latensi yang rendah, suara yang tertransmisikan dari ponsel ke TWS akan berjalan relatif cepat hampir tanpa jeda. Menggunakan teknologi Bluetooth versi 5.0 maka konseksi pun bisa berjalan stabil.
Bentuk earbuds OPPO Enco W11 ini mungil, seperti penyumbat telinga biasa. Drivernya berukuran 8 mm, sudah cukup mumpuni untuk mendengarkan musik dengan kualitas standar tapi penuh dengan bass, juga bercakap tanpa terganggu suara di sekitar kita.
Baterainya mampu bertahan 20 jam secara total. Dengan perlindungan IP55 yang berarti anti percikan air dan tahan debu.
OPPO Enco Buds – Harga Rp 599.000,-
Produk ini merupakan pembaharu OPPO Enco W11. Mempertahankan desain, dan ukuran driver, OPPO Enco Buds juga memiliki sejumlah update di sisi teknologi Bluetooth yang sudah menggunakan versi 5.2 dan juga latency rendah 80ms.
Hal yang paling kami suka sih ada pada bagian kontrol TWS ini yang tetap lengkap meskipun desainnya sendiri terbilang kecil dan padat. Ada pengaturan volume dengan cara menyetuh dan menggeser jari di atas panel earbuds yang relatif sempit. Bravo!
Suaranya nge bass banget. Pemakaian yang lama akan membuat bass terasa lembut dengan frekuensi lain tetap muncul dengan baik. Dan baterainya sanggup bertahan 24 jam. Cocok untuk para gamer mobile yang membutuhkan perangkat audio yang dapat diandalkan.
OPPO Enco W31 – Harga Rp 799.000,-
Berbeda dari 2 TWS sebelumnya, produk ini didesain dengan membawa tangkai. Dan sebenarnya OPPO merilis produk ini untuk mengisi pasar TWS musik yang berat di frekuensi Bass, bukan hanya untuk game. Secara software, produk ini telah membawa fitur Bass Mode.
Tapi dengan driver 7mm dynamic yang memiliki latency rendah, maka aman rasanya jika Anda pun menggunakannya bermain game ponsel secara online.
Baterai tahan lama hingga 15 jam dan perlindungan IP54 membuatnya cocok dibawa pulang karena harganya masih relatif terjangkau.