Home TEKNO Apa Itu ANC? Apa Bedanya dengan Passive Noise Cancellation?

Apa Itu ANC? Apa Bedanya dengan Passive Noise Cancellation?

ANC vs Passive Noise

tabloidpulsa.id – Seiring ramainya produk audio Bluetooth hadir di pasaran, maka semakin banyak istilah-istilah baru yang kita kenal kerap muncul dalam daftar spesifikasi produk tersebut. Salah satu yang paling happening adalah fitur ANC atau active noise cancellation. 

Secara harfiah, fitur ANC berarti sebuah teknologi yang mengurangi noise secara aktif. Baik ke telinga kita saat mendengarkan musik, atau ke lawan bicara, ketika kita menelpon seseorang dengan Bluetooth headset. Ini pun harus Anda bedakan lagi, karena tidak semua produk membawa dua peruntukan Noise Cancellation ini.

Informasi produk Bluetooth headset akan menyebutkan apakah Noise Cancellation yang dimilikinya untuk keperluan berbicara di telepon (Talk)- beberapa menyebutnya noise reduction atau ANC: Active Noise Cancellation untuk menghalau suara bising saat mendengarkan musik. Seperti halnya pada TWS OPPO baru yang akan segera diluncurkan bulan Juli mendatang. Produk ini tidak membawa ANC tapi menawarkan Noise Cancellation untuk mengurangi kebisingan saat kita ngobrol di telepon menggunakan headset ini.

Ternyata, teknik Noise Cancellation itu juga ada yang pasif loh. Mungkin tidak banyak yang menggunakannya atau memang tidak menyebutkan di spesifikasi mereka.

Apa sih perbedaannya? Yuk kita bahas secara sederhana di tulisan ini.

oppo enco buds

Secara Terminologi

Secara sederhana, Active Noise Cancellation merupakan metode mengurangi kebisingan konstan dari luar menggunakan komponen dan teknologi khusus yang dibenamkan ke dalam headset.

Sementara Passive Noise Cancellation merupakan metode meredam kebisingan melalui bentukan desain yang kedap suara, tanpa menggunakan komponen elektronik atau teknologi khusus yang sengaja dibenamkan secara software.

Terjadi kesalahpahaman ketika pengguna headset menggunakan fitur ini untuk mengisolir diri dari dunia luar. Karena sejatinya, teknologi peredam kebisingan ini ditujukan agar kita bisa menikmati musik dalam volume yang kecil tanpa terganggu suara di sekeliling kita.

Cara Kerja Noice Cancellation

Perangkat dengan fitur Passive Noise Cancellation bekerja dengan mengurangi gangguan suara dari luar. Dengan menggunakan istilah “mengurangi” maka teknologi ini tidak menghilangkan sama sekali gangguan dari luar, melainkan meredam intensitasnya.

Earphone dengan passive noise cancellation/reduction mengandalkan kualitas desain earbud untuk “menyumbat” telinga agar suara dari luar tidak mengganggu suara yang berasal dari perangkat atau gadget yang digunakan. Artinya, dalam teknologi pasif ini tidak tersedia perangkat lunak yang secara aktif memisahkan frekuensi audio dengan menangkal frekuensi kebisingan dari luar.

Berbeda dengan teknolosi pasif, fitur active noise cancelling merupakan teknologi yang mampu menghambat atau menolak suara dari luar. Di dalam perangkat dengan fitur ini terdapat perangkat lunak yang bekerja memisahkan frekuensi antara frekuensi suara dari audio dengan frekuensi bising dari luar.

Selanjutnya, perangkat lunak tersebut akan menangkal atau menghilangkan suara bising yang masuk agar pengguna hanya dapat mendengarkan suara audio dari perangkat earphone atau headset. 

Namun tidak semua suara pengganggu bisa ditahan dengan fitur ini. Kenapa? Karena biasanya perangkat lunak tersebut diprogram untuk mengenali frekuensi suara distorsi seperti suara kendaraan bermotor atau pesawat. Tapi untuk beberapa jenis suara di luar frekuensi tersebut akan sulit dikenali sehingga akibatnya frekuensi tersebut tidak ditahan.

Kelebihan dan Kekurangan

Headset dengan teknologi Active Noise Cancelling lebih bagus dalam menahan kebisingan. Namun harganya lumayan mahal. Noise cancelling aktif juga membutuhkan daya tambahan dalam pengoperasiannya. Artinya, khusus untuk TWS atau Bluetooth headset, maka daya tahan baterai bisa lebih pendek, atau kapasitasnya harus ditingkatkan.

ANC membutuhkan kerja mikrofon yang mengarah ke luar untuk mengenali kebisingan, namun hanya akan efektif untuk frekuensi rendah dan konstan, alias kurang cocok untuk menahan suara yang datang tiba-tiba cepat dan suara frekuensi tinggi. Dan pada beberapa kasus mengakibatkan kelelahan pada telinga, sehingga tidak disarankan untuk digunakan berlama-lama.

Headset dengan teknologi Noise cancelling pasif, sebaliknya akan membutuhkan desain earbuds yang sedemikian rupa agar mampu menyumbat kebisingan. Dengan ketidakseragaman bentuk dan ukuran telinga manusia, maka mereka akan mengandalkan ukuran dan desain pada eartips. Khususnya untuk perangkat yang berbentuk buds. 

Headset berbentuk Cup atau full headset akan menawarkan Noise cancelling pasif yang lebih baik.

Dikutip dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here