Home TEKNO Inilah Perbedaan SuperVOOC 33W dengan Fast Charging 33W Lain

Inilah Perbedaan SuperVOOC 33W dengan Fast Charging 33W Lain

supervooc 33w

tabloidpulsa.id – Layaknya jawaban atas doa pengguna OPPO A series, akhirnya teknologi SuperVOOC hadir juga di perangkat A76. Teknologi anyar ini juga sebagai jawaban atas pertanyaan kenapa SuperVOOC selalu “disandingan” dengan kapasitas baterai yang relatif kecil, di bawah 5000 mAh, meskipun dayanya diperkecil menjadi 33W. Penasaran juga?

SuperVOOC termasuk salah satu teknologi “mahal” yang pernah dilepas oleh OPPO. Menciptakan sebuah ekosistem pengisian daya dengan kecepatan tinggi dan keamanan yang tetap diperhatian dengan sangat detil.

Fitur ini sebelumnya selalu hadir di produk-produk OPPO yang juga terbilang premium. Semisal seri Find, hingga seri Reno. Maka, kehadirannya di A76 memunculkan kehebohan di kalangan pecinta OPPO, hingga muncul spekulasi akan hadirnya fitur-fitur “mahal” OPPO lain di lini produk yang lebih terjangkau.

SuperVOOC 33W
Kenyataannya, SuperVOOC yang hadir di OPPO A76 bukanlah SuperVOOC yang sudah ada lebih dulu. Dilihat dari spesifikasi daya yang dihantarkan, SuperVOOC di A76 merupakan yang terendah. Eits tapi, masuk dalam kategori SuperVOOC dan bukan VOOC.

Mari saya ingatkan. Sebelum SuperVOOC, OPPO pernah memperkenalkan teknologi awal pengisian daya cepat yang disebut VOOC. Mulai dari VOOC 2.0 yang menghantarkan daya 20W, VOOC 3.0 yang menghantarkan 25W dan VOOC 4.0 yang mengantarkan daya 30W.

Sementara ketika muncul pertama kali, daya yang dihantarkan SuperVOOC mulai dari 50W, yang kemudian diperbarui dengan SuperVOOC 2.0 dengan daya yang dihantarkan 65W. Mulai diperkenalkan di perangkat OPPO Find X2 hingga kini menjadi standar SuperVOOC perangkat OPPO yang hadir setelahnya.

Kali ini OPPO memperkenalkan SuperVOOC 33W. Dengan daya lebih kecil namun mendukung kapasitas baterai yang lebih besar dari SuperVOOC 2.0. Hal ini bisa dilihat dari baterai OPPO A76 yang berkapasitas 5000 mAh, lebih besar dari standar kapasitas baterai yang didukung SuperVOOC 2.0 yang rata-rata di angka 4000-an mAh.

Bisa jadi hal ini ditempuh sebagai upaya pengamanan lebih lanjut. Karena untuk mengisi baterai berkapasitas besar akan membutuhkan strategi yang berbeda dan ukuran 33W dianggap paling aman dan tepat.

Cara Kerja dan Ekosistem Tertutup
Sejak awal memperkenalkan VOOC, OPPO menjelaskan bahwa sitem pengisian daya mereka merupakan sebuah ekosistem tertutup yang membutuhkan adapter khusus dengan micro controller, kabel khusus yang siap menopang kapasitas tinggi dan tentunya IC VOOC khusus yang disematkan dalam ponsel.

Meskipun kita bisa menggunakan adapter SuperVOOC untuk mengisi daya di ponsel lain yang tidak mendukung SuperVOOC, bukan berarti pengisian daya yang terjadi saat itu adalah pengisian daya cepat. Fitur SuperVOOC tidak akan berjalan tanpa ketiga faktor tadi.

Lepas dari kebiasaan perangkat ponsel yang rata-rata menggunakan voltase sebesar 5 Volt, OPPO mulai menggunakan voltase tinggi untuk melakukan pengisian daya SuperVOOC. Yakni 10 Volt. Yang artinya akan menimbulkan panas lebih banyak. Tapi memberikan kemungkinan daya yang lebih besar ketika dialirkan bersama arus sebesar 6.5 Ampere seperti pada SuperVOOC 2.0.

Di SuperVOOC 33W, voltase yang digunakan bahkan ditingkatkan menjadi maksimum di 11 Volt. Dengan arus sebesar 3 Ampere. Angka yang tinggi sebenarnya, namun OPPO sudah sangat gamblang menjelaskan bahwa mereka menguna beberapa lapisan pengamanan yang memungkinkan hal ini terjadi dengan aman dan pengguna pun bisa nyaman.

Pertama dari sisi adapter sendiri, adapter khusus yang dibawa dalam paket penjualan ini mendukung voltase dari 5V hingga 11V. Di dalam adapter ini ada chip khusus yang akan mengatur voltase dan arus maksimum yang bisa dialirkan.

Ketika dia menemukan kabel yang tepat, terhubung dengan ponsel yang tepat, maka micro-Controller pada adapter ini akan melepas voltase dan arus maksimum. Tapi dengan tetap mengidentifikasi suhu sehingga tidak terjadi overheating.

Pengaman berikutnya ada di bagian ponsel, dengan Identifikasi VOOC melalui IC khusus dan juga hadirnya fuse atau sekering yang dapat mengenali kondisi overheating semisal terjadi dan menghambat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Lalu juga ada voltage tester di adapter dan ponsel. Yang akan memastikan bahwa voltase maksimal bisa diraih atau tidak. Ditambah kabel khusus yang memadai dan sudah melalui proses QC.

Dual Cell Battery Agar Pengisian bisa Lebih Cepat
Selain 3 faktor ekosistem yang khusus untuk SuperVOOC di atas, ada lagi hal yang membedakan SuperVOOC 33W ini dengan fast charging lain. Yakni penggunaan dua cell baterai.

OPPO A76 membawa baterai berkapasitas besar 5000 mAh yang terdiri dari dua cell, masing-masing membawa 2500 mAh. SuperVOOC akan mengisi kedua baterai ini secara bersamaan sehingga mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan daya ponsel ini.

Dengan demikian waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengisian daya dengan SUperVOOC 33W ini pun akan lebih singkat.

OPPO A76 sudah dirilis secara resmi pada tanggal 18 Februari 2022 dengan harga Rp 3.399.000, membawa baterai 5000 mAh dengan pengisian daya SuperVOOC 33W, layar 90Hz, RAM 6GB dan didukung dengan chipset anyar dari Qualcomm yakni Snapdragon 680 dengan triple ISP.

Previous articleDebut POCO di MWC 2022, Siap Pamerkan Beragam Inovasi Ekstrem
Next articleSinergi Electrum, Pertamina, Gogoro, dan Gesits Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik
Bergabung bersama Pulsa sejak 2004. Reviewer, Tech enthusiast. Manga, anime, idol and fantasy lover.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here