tabloidpulsa.id – Kejahatan siber tidak pernah tidur. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), kasus scam digital di Indonesia telah mencapai lebih dari 1.000 kasus setiap harinya.
Menanggapi ancaman ini, Privy sebagai pionir layanan digital trust, memperkuat barisan pertahanannya dengan meluncurkan fitur cek dokumen langsung di aplikasi mobile.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Sejak awal 2026, Privy mencatat hampir 13 juta dokumen digital telah diverifikasi keasliannya.
Angka ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk tidak sekadar “percaya pada pandangan pertama” terhadap dokumen digital mulai meningkat.
#CekDuluBaruPercaya: Verifikasi Kini Semudah Buka WhatsApp
Melanjutkan kampanye #CekDuluBaruPercaya yang rilis Februari lalu, kini pengguna tidak perlu lagi repot membuka laptop untuk memvalidasi sebuah kontrak atau surat penting.
Fitur verifikasi ini sudah terintegrasi di aplikasi web dan mobile Privy.
Bahkan, ada fitur unggulan “Open With”. Jadi, saat Anda menerima dokumen PDF via WhatsApp atau Email, Anda bisa langsung memilih aplikasi Privy untuk mengecek validitas tanda tangan di dalamnya dalam hitungan detik.
CEO & Founder Privy, Marshall Pribadi, menegaskan bahwa visual yang lengkap dengan stempel atau tanda tangan bukan jaminan dokumen tersebut asli.
“Di luar sana, masih banyak tanda tangan digital yang hanya hasil scan atau copy-paste. Melalui fitur ini, kami menyediakan alat agar masyarakat bisa membuktikan keasliannya secara sistem, bukan cuma menilai secara visual,” ujar Marshall.
Lonjakan Aktivitas Digital yang Fantastis
Kepercayaan publik terhadap Privy tumbuh pesat. Di Kuartal-I 2026 saja, aktivitas tanda tangan di platform ini melonjak hampir 250% (Year-on-Year), mencapai lebih dari 32 juta tanda tangan dibandingkan 10 juta pada periode yang sama di tahun lalu.
Secara total, sudah ada 159 juta dokumen yang ditandatangani melalui ekosistem Privy.
Namun, Marshall mengingatkan tantangan tetap ada, mulai dari surat penawaran kerja palsu hingga dokumen fiktif yang menyasar pelaku UMKM.
Cara Membaca Hasil Verifikasi Dokumen di Privy
Saat melakukan pengecekan di aplikasi atau website Privy, sistem akan memberikan tiga kategori hasil untuk memandu keputusan Anda:
- Tanda Tangan Terpercaya: Muncul jika tanda tangan valid dan tersertifikasi. Anda bisa melihat riwayat lengkap siapa yang meneken dan penyedia sertifikat elektroniknya.
- Tidak Ada Tanda Tangan Digital: Dokumen ini kosong dari sertifikasi digital resmi. Waspadalah, karena keasliannya tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum digital.
- Dokumen Tidak Sepenuhnya Terpercaya: Hasil ini muncul jika identitas penandatangan tidak terdaftar di Komdigi (bukan PSrE resmi seperti Privy) atau jika ada indikasi dokumen telah diubah setelah ditandatangani.
Privasi Tetap Terjaga
Satu hal yang sering dikhawatirkan pengguna adalah keamanan data saat mengunggah dokumen.
Privy menjamin bahwa dokumen yang diunggah untuk verifikasi tidak akan disimpan oleh sistem.
Dengan basis pengguna mencapai 71 juta individu dan lebih dari 200 ribu perusahaan, Privy terus mempertegas posisinya sebagai pemimpin layanan Digital Trust di Indonesia.
Jadi, sebelum bertanda tangan atau mentransfer uang berdasarkan dokumen digital, pastikan Anda sudah melakukan verifikasi di Privy. Karena di era digital, bukti sistem lebih kuat daripada janji manis di layar.
Cek berita teknologi terkini, review gadget, rekomendasi ponsel, tips & trick, tren lifestyle dan video tabloidpulsa.id di Google News.



