Home NEWS Review Nothing Headphone (1): Desain Ikonik dengan Audio yang Solid

Review Nothing Headphone (1): Desain Ikonik dengan Audio yang Solid

Review Nothing Headphone (1)

tabloidpulsa.idNothing akhirnya resmi masuk ke segmen headphone over-ear premium lewat peluncuran Nothing Headphone (1) yang akan tabloidpulsa.id review berikut ini.

Berkolaborasi dengan KEF, brand audio asal Inggris yang sudah lama dikenal di dunia speaker kelas atas, Nothing mencoba menantang dominasi nama besar seperti Sony dan Apple.

Dengan harga Rp 4 jutaan, produk ini digadang-gadang sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibanding para kompetitor di kelas yang sama.

Tapi, apakah performanya benar-benar sepadan dengan hype? Berikut review Nothing Headphone (1) lengkap versi tabloidpulsa.id.

Oiya, sebagai informasi, Nothing Headphone (1) masuk ke Indonesia melalui distributor resminya yakni Erajaya Digital sejak September 2025 lalu.

Desain Nothing Headphone (1): Unik, Retro, dan Langsung Ikonik

Ciri khas desain transparan kembali jadi senjata utama Nothing. Namun kali ini tampil beda.

Alih-alih berbentuk bulat seperti headphone kebanyakan, Nothing Headphone (1) mengusung desain kotak membulat (squircle) dengan nuansa retro yang mengingatkan pada kaset tape era 90-an.

Materialnya terasa premium, memadukan aluminium dengan plastik transparan berkualitas tinggi.

Ear cup alias bantalan telingan dibekali memory foam berlapis bahan oil-resistant, nyaman menempel di telinga sekaligus membantu isolasi suara pasif.

Headphone ini memang bisa dilipat rata, namun tidak bisa dilipat ke dalam, meski Nothing sudah menyertakan hard case eksklusif yang terlihat solid dan stylish.

Baca Juga:  Erajaya Gelar Erafone National Tournament 2024 Total Hadiah Rp200 Juta

Bobotnya 329 gram, sedikit berat dibanding kompetitor seperti Sony WH-1000XM6 atau Bose QuietComfort Ultra.

Untuk sesi mendengarkan music dengan durasi yang panjang, bobot ini akan sangat terasa. Padahal, desainnya terlihat lebih ramping saat dipakai.

Kontrol Terbaik di Kelasnya

Salah satu nilai jual utama dalam review Nothing Headphone (1) adalah sistem kontrol fisiknya.

Nothing benar-benar serius di sini.

  • Roller wheel untuk volume dan ANC
  • Paddle button untuk skip lagu
  • Power switch fisik
  • Tombol khusus bernama “The Button” untuk voice assistant atau shortcut fitur seperti Channel Hop

Semua tombol terasa intuitif dan presisi, meski tombol Bluetooth yang tersembunyi di bagian dalam ear cup agak kurang praktis.

Fitur Nothing Headphone (1): Lengkap, Meski Tanpa Kejutan

Dari sisi fitur, Nothing Headphone (1) tergolong solid:

  • Adaptive ANC hingga 42 dB
  • Transparency Mode
  • Spatial Audio dengan head tracking
  • Low-latency mode untuk gaming
  • Bluetooth multipoint (bisa terhubung ke dua perangkat sekaligus)
  • Find My Headphone
  • EQ preset + 8-band equalizer
  • Sensor deteksi pemakaian

Semua pengaturan diakses lewat aplikasi Nothing X, yang tampil simpel dan responsif.

Namun, fitur seperti conversation awareness belum tersedia.

Performa ANC dan Panggilan Telepon: Di Atas Ekspektasi

Untuk ukuran debut headphone over-ear, performa Active Noise Cancelling Nothing Headphone (1) patut diacungi jempol.

Baca Juga:  Kesan Pertama Mencoba POCO M6 Pro, 2 Jutaan dengan Peningkatan Signifikan

ANC-nya efektif meredam suara lalu lintas dan keramaian, berkat kombinasi isolasi pasif ear pad dan sistem ANC adaptif.

Meski masih sedikit di bawah Sony WH-1000XM6, performanya sudah sangat kompetitif.

Kualitas panggilan suara juga impresif. Dengan 6 mikrofon (4 khusus voice call), suara terdengar jernih, minim noise, bahkan di area ramai.

Kualitas Audio: Bersih, Seimbang, dan Nyaman Didengar

Nothing membekali Headphone (1) dengan driver dinamis 40mm berlapis nikel, hasil kolaborasi dengan KEF.

Hasilnya adalah karakter suara yang:

  • Bersih dan detail
  • Bass terasa solid tapi tidak berlebihan
  • Minim distorsi meski volume tinggi

Namun, untuk audio enthusiast, karakter suaranya cenderung netral dan sedikit klinis.

Nyaman untuk semua genre, tapi belum memberi efek “wow” yang bikin ingin mengulang semua playlist favorit.

Headphone ini mendukung AAC, SBC, dan LDAC, serta bisa digunakan via kabel 3.5mm maupun USB-C audio untuk kualitas digital wired yang sedikit lebih jernih.

Baterai Nothing Headphone (1): Tahan Lama

Daya tahan baterai menjadi keunggulan lain dalam review Nothing Headphone (1):

  • Hingga 35 jam dengan ANC aktif
  • Hingga 80 jam tanpa ANC
  • Fast charging: 5 menit = 2,4 jam pemakaian
Baca Juga:  Erajaya Tawarkan Paket Bundling Operator, Apa Saja?

Angka ini tergolong sangat kompetitif di kelas premium.

Kelebihan dan Kekurangan Nothing Headphone (1)

Kelebihan:

  • Desain transparan unik dan premium
  • Kontrol fisik terbaik di kelasnya
  • ANC dan kualitas panggilan sangat solid
  • Dukungan USB-C audio
  • Baterai awet

Kekurangan:

  • Bobot terasa berat
  • Tidak bisa dilipat ke dalam

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Nothing Headphone (1) adalah debut yang sangat meyakinkan.

Desain ikonik khas Nothing kini dibarengi performa audio, ANC, dan fitur yang matang.

Meski masih ada kompromi di bobot dan karakter suara, headphone ini layak disebut sebagai salah satu headphone terbaik di kelas harga Rp 4 jutaan.

Jika harga resminya turun di pasar Indonesia, daya tariknya pasti akan semakin kuat.

Untuk Anda yang tertarik memilikinya, bisa langsung meluncur ke ecommerce resminya di Indonesia yakni Erafone atau eraspace.

Spesifikasi Nothing Headphone (1)

  • Driver: 40mm Dynamic
  • ANC: Adaptive hingga 42 dB
  • Codec: AAC, SBC, LDAC
  • Bluetooth: 5.3 + Multipoint
  • Baterai: 80 jam (ANC off) / 35 jam (ANC on)
  • Fast Charging: 5 menit = 2,4 jam
  • Konektivitas: USB-C, jack 3.5mm
  • IP rating: IP52
  • Berat: 329 gram
  • Warna: Hitam, Putih
  • Harga: Rp 4.199.000

Cek berita teknologi terkini, review gadget, rekomendasi ponsel, tips & trick, tren lifestyle dan video tabloidpulsa.id di Google News.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here