Home REVIEW Review Freebuds 4i, Desain Elegan Plus Fitur Peredam Bising (Updated)

Review Freebuds 4i, Desain Elegan Plus Fitur Peredam Bising (Updated)

review freebuds 4i

tabloidpulsa.id – Bagi penggemar produk audio Huawei Freebuds, tentunya kehadiran varian baru yang sudah dilengkapi dengan fitur kekinian menjadi sebuah kabar baik. Itulah yang kami rasakan ketika Freebuds 4i masuk ke meja review kami. TWS ini menawarkan sejumlah fitur menarik dalam balutan desain yang apik dalam rentang harga yang relatif kompetitif.

Huawei Freebuds 4i dijual dengan harga Rp 1.199.000. Menampilkan desain premium, dimana case dan buds sama-sama terbuat dari bahan plastik keras berlapis finishing glossy, juga membawa kualitas audio yang mumpuni. Tidak untuk semua orang memang, terutama dari audio yang ditawarkan dan software yang disediakan, tapi begitu menjanjikan bagi pemuja lama yang sebelumnya tidak sempat merasakan TWS besutan Huawei.

Desain Mewah dengan Material yang Meyakinkan

Huawei Freebuds 4i tersedia dalam 3 warna. Bagi Anda yang simpel, ada dua warna netral yang bisa dipadupadankan dengan koleksi fashion apapun yang Anda miliki, yaitu hitam dan putih. Di mana putih akan membuat earbuds Anda berbaur dengan kebanyakan jenis TWS lain yang ada di pasaran, dan hitam akan menyamarkannya dalam lekukan-lekukan telinga dan rahang Anda.

Bagi Anda yang dinamis dan ingin tampil mencolok, juga ada warna merah. Warna inilah yang kami review dan jujur, kami menyukainya sejak pertama melakukan unboxing. Tapi bukan berarti warna hitam dan putih atau bahasa Huaweinya disebut sebagai Ceramic White dan Carbon Black jadi lebih inferior. Sama-sama keren dan terasa premium saat digunakan. 

Casing sekaligus charging station milik Freebuds 4i dibuat oval dengan engsel yang bisa dibuka menggunakan satu jari. Awalnya mungkin tidak semudah itu, tapi lama-kelamaan jadi akan terbiasa. Di casing ini kita akan mendapati satu LED di bagian depan untuk menandakan koneksi dan status baterai, dan satu tombol pairing yang diletakkan di sisi kanan pengguna. Sementara di bagian bawah ada colokan USB Type C untuk melakukan charging. 

Ukuran casing ini terbilang kecil, jadi bisa dengan mudah diselipkan di saku celana sebelah kiri (tempat favorit saya), tanpa mengganggu ketika kita duduk atau menjalankan sholat. Tingginya hanya 5 centimeter kurang sedikit dan lebarnya hanya 6,18 cm.

Ketika dibuka, kita mendapati sepasang earbud yang awalnya agak susah diambil. Pertama karena material glossy dan tangan berkeringat saya tidak pernah bersahabat sejak dulu, kedua karena mekanisme magnet yang masih relatif kuat.

Saat membuka engsel penutup casing ini, lampu LED indikator di bagian depan akan aktif. Menandakan kondisi baterai dengan warna tertentu, dan siap dipasangkan dengan perangkat terdekat. 

Selanjutnya beralih ke bagian earbuds, kami mendapati sedikit perubahan dibandingkan versi terdahulu- Freebuds 3i. Di mana pada bagian batang freebuds dibuat lebih pipih, sehingga tampil lebih cantik. Tidak membulat lagi seperti pipa.

Tidak ada tombol yang terlihat, tapi bagian earbuds ini membawa sensor sentuh baik di kanan maupun kiri. Bisa digunakan untuk mengontrol lagu dan panggilan telepon yang berlangsung, atau mengaktifkan mode ANC.

Selain untuk mengenali kontrol sentuh, sensor kapasitif internal ini pun berfungsi untuk mengenali apakah Freebuds tengah digunakan di telinga atau tidak. Dengan demikian fitur wear detection pun dapat berjalan. 

Ada 3 ukuran eartips yang disertakan. Satu sudah terpasang, yang medium. Sementara dua sisanya adalah small dan large. Sesuaikan dengan ukuran telinga Anda sebelum menikmati earbuds ini.

Di earbuds kita temukan beberapa lubang speaker, mic dan juga konektor. Merupakan kunci untuk kualitas audio serta Noice Cancellation yang dibawanya. Bentuk ujung earbud dibuat dalam lekukan yang menarik.

Dalam percobaan pertama, saya sudah langsung klop dengan ukuran eartips Medium yang terpasang. Dan bentuk desain lekukan earbud juga membantu untuk menahannya di ujung rongga telinga dengan lebih aman.

Driver dan Kualitas Audio

Driver merupakan salah satu kunci bagaimana suara yang dihasilkan sebuah headset. Dari sisi hardware kita bisa mengharapkan sesuatu dari kehadiran driver berdiameter 10 mm, ditemani dengan bidang difragma terbuat dari komposit polimer menghasilkan suara yang dinamis. Secara teori demikian.

Tapi apa yang kami dengarkan juga merupakan hasil dari perpaduannya dengan software yang bertanggung jawab di perangkat sumber (ponsel). Termasuk codec yang dibawa. Dalam hal ini adalah SBS dan AAC. 

Suara yang dihasilkan, secara overall, aman rasanya jika saya bilang bahwa Freebuds 4i sangat cocok untuk mendengarkan musik POP atau akustik yang menitik beratkan pada kecerahan suara vokal.

Beberapa lagu yang saya dengarkan semisal lagu Benjamin dari Masayoshi Yamazaki, terdengar sangat LIVE dengan dentingan gitar dan vokal yang prima di frekuensei tengah dan tinggi.

Sementara untuk beberapa lagu dalam koleksi Lo-Fi 80’s saya jadi kurang terdengar maksimal. Karena TWS ini tidak berkonsentrasi pada bass. Menurut bass head seperti saya, bass yang dihasilkan kurang punchy. Tapi bagi mereka yang lebih suka akustik menyatakan bahwa bass nya cukup hadir meskipun agak semat-semat di belakang frekuensi lainnya.

Karakter ini,  sangat berbeda dari Freebuds 3 dan Freebuds Studio, 2 produk audio Bluetooth favorit kami dari Huawei. Tapi bukan berarti kurang ya, karena sekali lagi untuk lagu pop akustik sih asik. Terlebih jika Anda suka mendengarkan lagu-lagu dengan vokal yang memanjakan telinga seperti Nadin Amizah.

Kualitas Audio untuk Menelpon (updated)

Di sisi koneksi dan stabilitas, Huawei Freebuds 4i ini mampu memberikan kita kinerja yang optimal sehingga saat menerima telepon tuh, suara yang diterima oleh lawan bicara tidak terlihat jauh dan putus-putus. Meski jarak antara mic dengan mulut relatif jauh karena desain seperti ini, tapi kita bisa mendapatkan pengalaman yang positif.

Upaya Huawei dalam memblok suara noise di sekitar kita pun harus diacungi jempol. Meski karakter suara yang dihasilkan tidak se-ngebass mic Freebuds studio, malah cenderung treble, tapi soal kualitas gain dan stabilitas masih bisa dinikmati oleh penggunanya.

Posisi Buds Menentukan Kualitas Suara (updated)

Sudah lebih dari seminggu saya menggunakan Freebuds 4i untuk review dan menemukan sebuah kenyataan yang menarik. Karena desain in ear seperti ini memang tidak untuk semua orang, dan fakta bahwa bentuk rongga telinga setiap orang berbeda, maka beberapa ulasan mengenai produk ini sedikit berbeda satu sama lain.

Jangankan oleh reviewer berbeda, kadang kita sendiri pun bisa menemukan warna sound berbeda saat mengutak-atik letak earbuds di telinga kita. Ya, Bass kemudian hadir dan mencolok ada di sana. Meskipun masih bisa saya bilang tidak punchy, sedikit muddy dan menutupi frekuensi tengah yang tadinya mendominasi. Bass di beberapa lagu mungkin akan membuat hati Anda berdebar, tapi tidak bulat dan separasi dengan frekuensi yang dekat dengannya terasa hampir hilang.

Proses burning meggunakan sejumlah noise termasuk white noise yang disebut-sebut mampu memunculkan karakter asli earbuds juga kami lakukan beberapa jam di awal review. Meski masih terasa relatif sama dengan saat pertama digunakan, memang ada perbedaan yang muncul dan memaksa kami untuk megupdate review ini. Cek bagian kesimpulan ya, guys!

Software, Kompatibilitas dan ANC

Freebuds 4i, layaknya Freebuds lain, dapat dipasangkan dengan semua perangkat. Baik ponsel, komputer, DAC, Car Unit, selama ada koneksi Bluetoothnya. Demikian juga untuk sistem operasi ponsel. Baik Android maupun iOS. Karena bagaiamanapun TWS ini membawa teknologi Bluetooth 5.2.

Hanya saja, untuk benar-benar dapat mengatur sampai ke dalam setingan sentuh earbuds kita membutuhkan sebuah aplikasi bernama Huawei AI Life. Sayangnya aplikasi ini hanya untuk Android dan saat tulisan ini dibuat, versi terupdate di Playstore Indonesia adalah versi Oktober 2020, yang artinya tidak tersedia pilihan untuk Freebuds 4i dan Freebuds Studio (fyi).

Dengan kata lain, untuk melakukan setingan Freebuds 4i kita membutuhkan perangkat Huawei. Seperti Huawei P40 Pro yang kami gunakan selama review. Karena AI Life di perangkat ini sudah terupdate dan mengenali Freebuds 4i serta mampu masuk ke dalam setingan yang lebih dalam.

Dengan app AI Life di P40 Pro, kita bisa mengatur ulang tombol sentuh pada earbud Freebuds 4i, melakukan update software, mengaktifkan Wear Detection jika sebelumnya tidak aktif, dan mengatur noise control.

Oh iya satu lagi kelebihan jika Anda menggunakannya dengan perangkat Huawei adalah auto detection. Dimana akan muncul notifikasi dengan gambar freebud 4i bahwa ia telah terhubung ke ponsel. Warnanya sih sudah sesuai, artinya pengenalan device nya sudah advance.

Nah dari tadi kita nyebutin fitur Active Noise Cancellation. Mungkin Anda akan skeptis, melihat desain produk ini dan juga ukurannya. Dilihat dari sisi desain, produk ini sudah lebih baik melakukan peredaman secara pasif dibandingkan dengan Freebuds 3 loh. IEM vs Buds, atau ada bagian yang masuk ke rongga telinga vs tidak ada yang masuk.

Namun ketika kita mengaktifkan Active Noise Cancellation, ada beberapa frekuensi yang dapat diredam, meskipun tidak banyak. Bisa jadi jika dibandingkan Freebuds 3 yang dapat mengatur frekuensi tertentu yang ingin diblok, maka Freebuds 4i ini sudah dari sananya disiapkan untuk menghalangi beberapa frekuensi saja. 

Suara deru AC atau kipas PS4 Pro mugkin bisa diredam sedikit. Tapi untuk suara hair dryer di pagi hari saat kita tengah tidur dan istri sudah bangun lebih awal, masih bisa tembus.

Tapi hey, ada yang menarik nih. Masih ingat review Freebuds Studio yang perangkatnya kami beli dari salah seorang teman Youtuber kami? Yes, Huawei tetap mempertahankan fitur Awareness di Huawei Freebuds 4i ini. 

Dengan fitur awareness kita tetap bisa mendengar suara di sekitar kita ketika kita sedang mendengarkan lagu. Hanya saja untuk keamanan diri, Anda mungkin tetap perlu mengurangi volume musik agar juga bisa berkonsentrasi dengan suara di sekitar Anda. Ini sih fitur favorit kami.

Kita bisa mengganti mode ANC dan Awareness ini dengan menekan lama salah satu earbuds. Tepat di bagian luar di ujung atas batang freebuds 4i.

Daya Tahan Baterai

Salah satu kelebihan dari Huawei Freebuds 4i adalah daya tahan baterai yang bandel. Baik saat ANC diaktifkan, maupun tidak. Kita lihat kapasitas baterai di masing-masing perangkat. Yakni 215 mAh di casing, dan 55 mAh di masing-masing buds.

Dengan kapasitas tersebut, Freebuds 4i dapat memainkan musik selama 10 jam non stop tanpa fitur ANC. Jika ANC dinyalakan, kira-kira kita bisa menggunakannya hingga 7.5 jam. Itu pun kami rasa Huawei sedang merendahkan diri, karena pada kenyataannya dalam review ini Freebuds 4i kami bisa bertahan sejam dua jam lebih lama.

Menariknya Freebuds 4i juga mendukung Quick Charge. Di mana perangkat dapat menemani kita selama 4 jam, hanya dengan waktu charging 10 menit. Saat mandi misalnya, Anda cas nih. Dan selama perjalanan ke kantor sampai menemukan charger lagi bisa digunakan secara maksimal.

Kesimpulan

Freebuds 4i merupakan TWS yang tangguh sejak dari desain luar hingga ke kemampuan yang dibawanya. Cocok untuk semua perangkat, dengan menawarkan kualitas audio yang cenderung di frekuensi tengah dan tinggi. Pilihan tepat bagi mereka yang suka musik akustik vokal. Plus daya tahan baterai dan waktu charging cepat untuk efektivitas waktu si pengguna. Bahkan jika Anda beruntung memiliki bentuk telinga yang klop dengan earbuds ini Anda bisa mendapatkan kualitas suara optimum dengan bass yang muncul lebih berani.

Meski tidak disebutkan, TWS ini sudah tahan percikan air, untuk itu, cocok juga buat nge-gym dan bersepeda jauh. Tapi sayangnya TWS ini jadi akan lebih maksimal hanya ketika digunakan dengan perangkat Huawei (HMS 10 dan 11) saja. Meskipun berdasarkan review kami, level personalisasinya tidak terlalu mengganggu untuk pengguna Android lain bahkan iOS. (Usi)

Spesifikasi
HargaRp 1.119.000
Pilihan WarnaRed, Ceraqmic White, Carbon Black
Paket dalam kemasanEarbuds, Case, USB Type C Cable, Waranty card, Quick manual
Ukuranbuds: 37,5 x 21 x 23,9 mm; 5,5 gr
 Case: 48 x 61,8 x 27,55 mm; 36,5 gr
Teknologi AudioANC, Call Noise Isolation
SensorInternal capacitive
Driver10 mm Dynamic
KonektivitasBluetooth BT 5.2
Bateraibuds: 55 mAh each
 Case: 215 mAh
Previous articleRayakan Ulang Tahun ke-5, JD.ID Dorong Transformasi UMKM melalui Optimalisasi Teknologi Digital
Next articleSamsung Galaxy A Series Menjadi Official Smartphone di Tournamen Mobile Legends Indonesia
Bergabung bersama Pulsa sejak 2004. Reviewer, Tech enthusiast. Manga, anime, idol and fantasy lover.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here