tabloidpulsa.id – Samsung kembali menghadirkan TWS terbaru lewat Galaxy Buds4, yang membawa desain bergaya open-fit mirip AirPods generasi terkini dan akan tabloidpulsa.id review berikut ini.
TWS anyar tanpa eartips ini, sepintas terlihat stylish dan modern, tapi apakah performanya juga sebanding?
Di harga sekitar Rp2 jutaan, Galaxy Buds4 memiliki banyak kompetitor yang bahkan dibanderol di harga yang jauh lebih terjangkau. Lalu, apakah TWS ini layak dibeli, terutama untuk pengguna Samsung?
Berikut review lengkap Galaxy Buds4.
Desain Premium dengan Sentuhan Modern
Galaxy Buds4 hadir dengan desain stem (batang) yang kini lebih flat dan berfinishing metal, memberikan kesan premium.





Samsung juga memperbaiki bagian pinch control yang kini lebih mudah digunakan dibanding generasi sebelumnya.
Perubahan paling terasa justru ada pada casing. Kini menggunakan model clamshell datar dengan tutup kaca transparan, membuatnya lebih mudah dibuka, lebih praktis saat menyimpan earbuds dan tentunya terlihat lebih stylish.
Sayangnya, casing ini mudah kotor dan rentan baret, terutama untuk varian warna putih.
Berbeda dengan beberapa TWS keluaran Samsung sebelumnya, Galaxy Buds4 menggunakan desain open-fit, namun tanpa karet eartips.
Artinya, TWS ini tidak masuk ke dalam telinga secara rapat dan tentu saja mengandalkan bentuk telinga agar tetap menempel dengan pas.
Untuk beberapa kalangan, model open-fit seperti ini terasa lebih nyaman, karena tidak terlalu “menusuk” bagian dalam telinga.
Hanya saja, model open-fit yang tanpa eartips terasa longgar untuk ukuran telinga yang lebar, dan kurang stabil saat pengguna aktif bergerak atau berolahraga.
Sebagai informasi, erbuds ini memiliki bobot yang cukup ringan. Masih-masing beratnya cuma 4,6 gram saja dan charging case 45,1 gram.
Satu lagi yang cukup menarik dari Galaxy Buds4 adalah dukungan IP54, yang menjadikan TWS ini tahan terhadap percikan air atau keringat.
Fitur AI Jadi Andalan
Sebagai TWS terbaru, Galaxy Buds4 membawa sejumlah fitur pintar berbasis AI yang cukup menarik, terutama untuk pengguna perangkat Galaxy.

Fitur unggulan:
- Integrasi Galaxy AI (Bixby & Gemini)
- Perintah suara tanpa sentuhan
- Head gesture control (angguk untuk jawab, geleng untuk tolak panggilan)
- Equalizer lengkap dengan custom EQ 9-band
- Audio UHQ untuk perangkat Samsung
Fitur head gesture ini jadi salah satu yang paling inovatif, karena benar-benar terasa praktis dalam penggunaan sehari-hari.
Sayangnya, fitur Gerakan kepala ini hanya tersedia di perangkat Galaxy yang menjalankan One UI 8.5.


Konektivitas: Maksimal di Ekosistem Samsung
Galaxy Buds4 sudah dibekali teknologi konektivitas terbaru seperti Bluetooth 6.1, serta dukungan codec SBC, AAC, dan Samsung Seamless Codec.
Koneksi terasa stabil dengan latensi rendah, bahkan sudah mendukung Auracast untuk berbagi audio.
Namun, absennya fitur multipoint menjadi kekurangan yang cukup terasa di kelas harganya.
Kualitas Audio: Bagus Tapi Tidak Konsisten
Secara kualitas suara, Galaxy Buds4 sebenarnya cukup baik—dengan catatan posisi earbuds harus benar-benar pas di telinga.
Hal ini berkat dukungan Dynamic Driver satu arah dan amplifier tunggal yang dimiliki Galaxy Buds4.

Karakter suara:
- Bass: Tidak konsisten, tergantung posisi
- Mid: Vokal cukup jelas
- Treble: Terang, kadang terasa tajam
Karena desain open-fit tanpa seal, suara bass mudah bocor dan pengalaman audio terasa kurang imersif.
Soundstage pun terasa sempit dibanding TWS in-ear.
Untuk kebutuhan telepon, Galaxy Buds4 memberikan performa yang solid.
Suara terdengar cukup jernih, sehingga cocok untuk meeting atau panggilan sehari-hari.
ANC Kurang Maksimal
Fitur Active Noise Cancelling (ANC) tetap hadir, namun performanya terbatas.
Tanpa eartips, Galaxy Buds4 tidak memiliki isolasi pasif yang baik, sehingga ANC terasa kurang signifikan, terutama di lingkungan ramai.
Bagi yang mencari TWS dengan ANC kuat, model ini jelas bukan pilihan utama.
Meski begitu, untuk kondisi penggunaan yang pas di telinga, fitur ANC Galaxy Buds4 ini memiliki performa yang mumpuni dalam menyaring suara latar yang mengganggu.
Baterai Cukup untuk Aktivitas Harian
Samsung mengklaim daya tahan hingga 5 jam dengan ANC aktif dan total 24 jam dengan casing.
Dalam penggunaan nyata, Galaxy Buds4 mampu bertahan sekitar 4 jam 56 menit (ANC aktif), yang masih cukup untuk kebutuhan harian seperti komuter atau meeting online.
Menariknya, Galaxy Buds4 sudah didukung teknologi pengisian daya nirkabel (wireless).
Kelebihan & Kekurangan Galaxy Buds4
Kelebihan:
- Desain premium dan ringan
- Fitur Galaxy AI canggih
- Head gesture inovatif
- Nyaman untuk pengguna open-fit
- IP54
Kekurangan:
- Fit tidak stabil untuk banyak pengguna
- ANC kurang maksimal
- Bass tidak konsisten
- Tidak ada multipoint
Cocok untuk Siapa?
Galaxy Buds4 adalah TWS dengan target pengguna yang cukup spesifik.
Cocok untuk:
- Pengguna Samsung Galaxy
- Penggemar desain open-fit
- Pengguna yang mengutamakan kenyamanan
Kurang cocok untuk:
- Pecinta bass kuat
- Pengguna yang butuh ANC maksimal
- Aktivitas olahraga intens
Alternatif yang Bisa Dipertimbangkan
Jika Galaxy Buds4 belum terasa pas, beberapa alternatif berikut bisa jadi pilihan:
- Galaxy Buds4 Pro – ANC lebih maksimal dan desain in-ear
- Galaxy Buds FE – Lebih terjangkau dengan eartips
Kesimpulan
Galaxy Buds4 menawarkan kombinasi desain modern dan fitur AI canggih yang menarik, terutama bagi pengguna ekosistem Samsung.
Namun, kelemahan utama seperti fit yang kurang stabil dan kualitas audio yang sangat bergantung pada posisi membuatnya tidak cocok untuk semua orang.
Jika Anda menyukai TWS open-fit dan mengutamakan kenyamanan, Galaxy Buds4 layak dipertimbangkan.
Tapi jika ingin pengalaman audio yang lebih konsisten, TWS dengan eartips masih jadi pilihan yang lebih aman.
Untuk Anda yang tertarik, bisa mendapatkan Galaxy Buds4 dengan banderolan harga Rp2.999.000.
Cek berita teknologi terkini, review gadget, rekomendasi ponsel, tips & trick, tren lifestyle dan video tabloidpulsa.id di Google News.



