Home TEKNO Mengenal Arsitektur CPU Pada Smartphone

Mengenal Arsitektur CPU Pada Smartphone

image by droidviews.com

tabloidpulsa.id – Smartphone merupakan perangkat yang cukup kompleks. Disebut smartphone (perangkat pintar) karena didalamnya terdapat begitu banyak kemampuan yang lebih bila dibandingkan perangkat elektronik lainnya. Salah satu spesifikasi yang dimiliki sebuah smartphone adalah arsitektur dari CPU (Central Processing Unit) yang digunakan.

Sebagai contoh, saat kita menginstal sebuah aplikasi sebenarnya terdapat beberapa pilihan atau versi yang mesti sesuai dengan spesifikasi dari smartphone tersebut. Apakah termasuk jenis ARM (ARMv7 atau armeabi), ARM64 (AArch64 atau arm64) atau kah x86 (x86 atau x86abi)? Berikut sedikit penjelasan tentang arsitektur CPU pada smartphone.

Pada umumnya pengguna smartphone Android hanya sedikit mengetahui tentang hardware atau software yang terdapat pada perangkatnya seperti jumlah RAM, memori internal, resolusi kamera, versi Android, kapasitas baterai dan prosesor yang digunakan. Padahal arsitektur prosesor juga merupakan hal penting.

Arsitektur prosesor atau bisa juga disebut jenis prosesor pada Android adalah struktur kernel pada CPU yang berjalan pada sebuah smartphone dengan sistem operasi berbasis Android. Pada dasarnya arsitektur prosesor pada smartphone ini menyerupai dengan yang ada pada komputer atau laptop.

Pada komputer atau laptop dikenal istilah 32 bit dan 64 bit. Istilah ‘bit’ merupakan sebuah satuan data dimana komputer 32 bit adalah komputer yang dapat memproses 232 data dalam satu waktu. Sedangkan komputer 64 bit adalah komputer yang dapat memproses 264 data dalam satu waktu. Perbedaan ini berpengaruh pada kompatibilitas software yang dapat digunakan. Pada smartphone, kernel arsitektur yang digunakan umumnya ada 3 jenis yakni ARM/ARM32, ARM64 dan X86.

http://www.murdockcruz.com

Perbedaan Arsitektur
Perbedaan utama ketiga jenis arsitektur tersebut terletak pada konsumsi dayanya. Untuk arsitektur ARM/ARM32 hanya membutuhkan daya sebesar 5 watt saja. ARM64 membutuhkan daya 6 watt hingga 30 watt. Sedangkan X86 merupakan arsitektur yang tergolong boros karena mengkonsumsi daya sekitar 130 watt.

Perbedaan lainnya terletak pada sistem operasi dan aplikasi yang dapat atau mampu dijalankan secara normal. Arsitektur ARM atau ARM32 hanya mampu mengoperasikan software dengan arsitektur 32-bit saja, sedangkan ARM64 dan X86 sudah bisa menjalankan 2 jenis sistem operasi secara sekaligus yakni 32-bit dan 64-bit.

Kenapa hal ini menjadi penting? Sebab, bila kita ingin melakukan modifikasi terhadap sistem operasi Android, kita diharuskan untuk mengetahui terlebih dahulu struktur ARM CPU yang terpasang pada smartphone tersebut. File yang bangun haruslah sesuai dengan jenis prosesor yang digunakan. Bila tidak maka file menjadi tidak dapat dijalankan.

Salah satu contoh adalah ketika ingin memasang aplikasi Xposed Framework Installer. Setelah munculnya sistem operasi Android Lollipop 5.0 keatas, pembagian versi file di Xposed Installer didasarkan kepada jenis prosesor yang digunakan. Framework (kerangka kerja) merupakan sebuah perangkat lunak untuk memudahkan programmer membuat aplikasi. Aplikasi-aplikasi ini memiliki berbagai fungsi seperti plugin, mengedit sistem dan konsep sehingga membentuk sistem tertentu. Dengan framework, aplikasi akan tersusun dengan rapi.

Jadi Xposed Framework Installer merupakan aplikasi yang menjadi wadah modul untuk memodifikasi ROM di Android. Dan yang membuatnya unik, untuk memodifikasi ROM Android kita tidak harus memodifikasi aplikasi. Dengan begitu, kita bisa mengubah hampir semua fitur yang ada di Android. Oh iya, cara mudah untuk mengetahui arsitektur dari smartphone digunakan adalah dengan menggunakan aplikasi di Play Store. Salah satu aplikasi yang cukup rekomended adalah Droid Hardware Info.

Dikutip dari berbagai sumber
Aldrin Symu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here