Home NEWS ITSEC Asia dan ADIGSI Gaspol Ketahanan Siber Nasional, Siapkan 1.000 Talenta Digital

ITSEC Asia dan ADIGSI Gaspol Ketahanan Siber Nasional, Siapkan 1.000 Talenta Digital

ITSEC Gerakan Nasional Keamanan Siber

tabloidpulsa.idITSEC Asia bersama ADIGSI (Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia) resmi meluncurkan Gerakan Nasional Ketahanan Siber, sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat fondasi keamanan siber Indonesia menjelang ITSEC Cybersecurity & AI Summit 2026.

Program nasional ini dirancang untuk menjawab tantangan keamanan siber yang kian kompleks, tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari aspek sumber daya manusia (SDM), kepemimpinan, dan kolaborasi lintas ekosistem.

Gerakan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to ITSEC Cybersecurity & AI Summit 2026 yang akan digelar sepanjang tahun 2026.

Target 1.000 Peserta dari Berbagai Sektor Strategis

Gerakan Nasional Ketahanan Siber akan dilaksanakan dalam dua fase selama enam bulan di tahun 2026, dengan target lebih dari 1.000 peserta dari seluruh Indonesia.

Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari instansi pemerintah, BUMN, hingga sektor swasta, baik dari level operasional hingga jajaran pimpinan senior.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menegaskan bahwa isu keamanan siber kini telah bergeser menjadi tantangan kepemimpinan dan tata kelola.

Baca Juga:  Intel Core S Generasi ke-11, Prosesor Desktop Terbaru Untuk Gamers dan PC Enthusiast

“Ketahanan siber saat ini bukan lagi sekadar persoalan teknologi, melainkan isu kepemimpinan dan governance. Melalui Gerakan Nasional Ketahanan Siber, kami membangun jalur nasional yang terstruktur untuk menghubungkan kesiapan operasional harian dengan pengambilan keputusan di tingkat eksekutif,” ujarnya.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Pentingnya sinergi nasional juga ditekankan oleh Slamet Aji Pamungkas, Deputi IV Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sekaligus Ketua Dewan Pengawas ADIGSI. Menurutnya, ketahanan siber nasional tidak bisa dibangun secara parsial.

“Memperkuat ketahanan siber nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang solid serta komitmen kuat dari para pimpinan,” tegas Slamet.

Senada, Firlie Ganinduto, Ketua Umum ADIGSI, menyampaikan bahwa ADIGSI berperan sebagai jembatan antara industri dan pemerintah agar agenda ketahanan siber dapat diimplementasikan secara nyata.

“Melalui Gerakan Nasional Ketahanan Siber, ADIGSI bersama ITSEC Asia mengorkestrasi penguatan kesiapan keamanan siber, tidak hanya di level teknis, tetapi juga di tingkat kepemimpinan, demi ekosistem digital Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan,” jelas Firlie.

Baca Juga:  #StudyLifeBalance Kelas Pintar Bantu Siswa Belajar Lebih Efektif dan Efisien

Dua Tingkatan Program Ketahanan Siber

Gerakan Nasional Ketahanan Siber dirancang sebagai program berkelanjutan sepanjang 2026 dengan dua fokus utama:

1. Tingkat Fundamental – Pejuang Cyber Indonesia
Program ini berfokus pada peningkatan kesadaran dan kesiapan keamanan siber praktis melalui lokakarya luring dan hibrida, diskusi berbasis studi kasus, serta simulasi serangan siber.

Sasaran utamanya adalah manajer IT, tim keamanan siber, risk & compliance, pemimpin operasional, serta organisasi dengan eksposur digital tinggi.

Peserta akan tergabung dalam jejaring nasional Pejuang Cyber Indonesia.

2. Tingkat Pimpinan – Cyber Champion Leadership Program
Program eksklusif ini ditujukan bagi jajaran eksekutif dan dewan direksi melalui lokakarya berbasis undangan dan closed-door leadership roundtables.

Menargetkan 50–100 pemimpin senior lintas sektor, program ini bertujuan memperkuat pemahaman risiko dan tata kelola siber di level strategis.

Puncaknya akan digelar dalam ITSEC Cybersecurity & AI Summit 2026 sebagai forum konsolidasi nasional.

Identitas Baru ITSEC Asia: “Cybersecurity Delivered”

Seiring peluncuran Gerakan Nasional Ketahanan Siber, ITSEC Asia juga memperkenalkan identitas baru melalui logo dan slogan “Cybersecurity Delivered.”

Baca Juga:  ASUS Siapkan Vivobook 13 Slate OLED Edisi Khusus

Identitas ini mencerminkan transformasi strategis ITSEC menuju model layanan keamanan siber yang berorientasi pada hasil nyata dan terukur, bukan sekadar penyedia solusi.

Pendekatan ini menekankan kemampuan ITSEC dalam menghadirkan dampak operasional menyeluruh, mulai dari pencegahan, deteksi, respons, hingga pemulihan, yang mencakup aspek SDM, proses, dan teknologi.

Penyegaran jenama ini juga menegaskan posisi ITSEC sebagai perusahaan publik sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2023, dengan peran yang semakin luas di sektor pemerintahan, jasa keuangan, telekomunikasi, hingga industri strategis lainnya.

Dengan pengalaman lebih dari 5.000 proyek keamanan siber dan dukungan 330+ profesional, ITSEC Asia bersama ADIGSI optimistis Gerakan Nasional Ketahanan Siber dapat menjadi fondasi kuat dalam mendukung transformasi digital Indonesia yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.


Cek berita teknologi terkini, review gadget, rekomendasi ponsel, tips & trick, tren lifestyle dan video tabloidpulsa.id di Google News.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here