Home NEWS Indonesia Digital Outlook 2026: Industri Telekomunikasi di Titik Kritis, Ini Kata Para...

Indonesia Digital Outlook 2026: Industri Telekomunikasi di Titik Kritis, Ini Kata Para Pakar

Indonesia Digital Outlook 2026

tabloidpulsa.id – Masa depan industri telekomunikasi nasional kembali menjadi sorotan tajam dalam gelaran Indonesia Digital Outlook 2026, bagian dari rangkaian Indonesia Digital Festival (ID FEST) 2026.

Forum ini menegaskan satu pesan penting: tanpa reformasi regulasi yang konkret, transformasi digital Indonesia terancam mandek.

Diselenggarakan oleh TEKNOBUZZ ID bersama bersama para mitra, ID FEST 2026 menghadirkan dua agenda utama, yakni forum Indonesia Digital Outlook 2026 bertema “From Policy to Practice: Shaping Indonesia’s Digital Future” serta penganugerahan Anugerah Teknologi Indonesia (ATI) 2026.

Indonesia Digital Outlook 2026: Industri Telekomunikasi di Titik Kritis

Forum Indonesia Digital Outlook 2026 mempertemukan regulator, asosiasi industri, pengamat digital, hingga pelaku usaha untuk membedah kondisi aktual industri telekomunikasi Indonesia yang tengah berada di bawah tekanan berat.

Indra Khairuddin, Editor-in-Chief TEKNOBUZZ ID sekaligus Ketua Penyelenggara ID FEST 2026, menegaskan bahwa industri telekomunikasi sebagai tulang punggung transformasi digital nasional kini berada dalam kondisi yang jauh dari ideal.

“Industri penopang utama transformasi digital nasional—telekomunikasi dan infrastruktur—sedang menghadapi tekanan besar. Margin usaha menurun, beban regulasi tinggi, dan persaingan global yang tidak simetris membuat industri seolah kehabisan napas, padahal tuntutan pembangunan digital terus meningkat,” ujar Indra saat membuka acara di Habitate Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga:  Cisco dan NTT DATA Perluas Akses 5G Lewat Teknologi eSIM

Ia menekankan bahwa Indonesia Digital Outlook 2026 tidak sekadar menjadi forum diskusi, melainkan ruang untuk mendorong solusi nyata.

“Kita tidak lagi membutuhkan kebijakan yang indah di atas kertas. Regulasi harus menjadi insentif, bukan beban. Kedaulatan digital harus diwujudkan tanpa membunuh inovasi, sementara Green Digital Economy perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang,” tegasnya.

Paradoks Ekonomi Digital Indonesia

Dalam sesi panel, Dyah Ayu, Peneliti Ekonomi dari CELIOS, memaparkan adanya paradoks besar dalam ekonomi digital Indonesia.

Meski menjadi pasar digital terbesar di ASEAN, inovasi nasional justru mengalami stagnasi.

“Konsumsi data dan GMV digital terus meningkat, tetapi inovasi kita tertahan. Indonesia masih berada di peringkat ke-55 dari 139 negara dalam Global Innovation Index. Akar masalahnya ada pada rendahnya investasi pendidikan dan anggaran riset yang hanya 0,28% dari PDB,” jelas Dyah.

Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai AI, Smart City, hingga transformasi digital tingkat lanjut akan kehilangan relevansi jika fondasi konektivitas dan kualitas talenta digital tidak segera diperkuat.

5G, AI, dan Ancaman Beban Regulasi

Pandangan kritis juga disampaikan Teguh Prasetya, Ketua Bidang Industri dan Kemandirian IoT, AI & Big Data MASTEL (TRIOTA).

Menurutnya, tahun 2026 menjadi fase krusial bagi industri digital nasional.

“Tahun 2026 adalah titik balik. 5G FWA mulai beroperasi secara komersial dengan target jutaan rumah, AI diadopsi secara masif, dan persaingan satelit LEO makin ketat. Namun, semua itu akan sulit tercapai jika kesehatan industri telekomunikasi tidak dijaga,” ujarnya.

Baca Juga:  Sony Indonesia Resmi Luncurkan Lensa FE 14mm F1.8 G Master

Teguh menyoroti tingginya biaya frekuensi serta regulasi yang belum sepenuhnya adaptif terhadap model bisnis baru, termasuk kebijakan TKDN berbasis pembobotan faktor produksi.

“Jika regulasi tidak segera dievaluasi, mimpi besar Indonesia Digital 2045 hanya akan menjadi angan-angan. Industri harus diberi ruang bernapas agar mampu berinvestasi pada infrastruktur masa depan,” tegasnya.

Pemerintah Dorong Ekosistem Digital Berdaulat

Dari sisi pemerintah, Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), menegaskan bahwa pemerintah memahami tantangan yang dihadapi industri.

“Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen, Indonesia membutuhkan ekosistem digital yang berdaulat dan terpercaya,” ujar Sonny.

Pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (DJED) KOMDIGI, mengusung 6C Framework yang mencakup Connectivity, Capital, Competency, Commerce, Compliance, dan Catalysis.

“Kerangka ini dirancang agar kebijakan tidak hanya mengatur, tetapi juga menjadi akselerator bagi industri dan startup lokal,” tambahnya.

Connectivity dan Data Center Jadi Fondasi Ekonomi Digital

Merza Fachys, Sekretaris Jenderal ATSI, menegaskan bahwa peran operator telekomunikasi bersifat strategis bagi seluruh ekosistem digital nasional.

Baca Juga:  TECNO POVA 6 Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

“Tanpa konektivitas, ekosistem digital tidak akan berjalan. Di tengah tekanan pendapatan, operator tetap dituntut berinvestasi besar demi menjaga kualitas dan perluasan jaringan,” jelas Merza.

Sementara itu, Hendra Suryakusuma, Ketua Umum IDPRO, menekankan peran vital industri data center dalam mendukung transformasi digital.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dengan proyeksi GMV ekonomi digital Indonesia mencapai US$350 miliar pada 2030, data center menjadi fondasi utama ekosistem digital nasional,” ujarnya.

Anugerah Teknologi Indonesia 2026 Apresiasi Inovasi Nasional

Sebagai bagian dari ID FEST 2026, Anugerah Teknologi Indonesia (ATI) 2026 digelar untuk mengapresiasi inovasi terbaik di sektor teknologi, telekomunikasi, perangkat digital, kendaraan listrik, fintech, hingga tokoh inspiratif industri teknologi nasional.

“ATI 2026 kami hadirkan untuk menghargai inovasi yang tidak hanya canggih, tetapi juga berdampak nyata, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan Indonesia,” ungkap Indra.

Melalui Indonesia Digital Outlook 2026, TEKNOBUZZ ID dan para mitra berharap forum ini menjadi pemicu lahirnya kebijakan yang lebih adaptif, berpihak pada keberlanjutan industri, serta mampu membentuk masa depan digital Indonesia yang inklusif, kompetitif, dan berdaya saing global.


Cek berita teknologi terkini, review gadget, rekomendasi ponsel, tips & trick, tren lifestyle dan video tabloidpulsa.id di Google News.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here