tabloidpulsa.id – Nama Caviar kembali bikin heboh dunia teknologi. Brand yang identik dengan produk super mewah ini resmi memperkenalkan humanoid robot pertama di dunia bernama Aladdin yang tampil bak karya seni berbalut emas dan ornamen bernilai tinggi.
Lewat proyek Aladdin, Caviar menggabungkan kecanggihan teknologi robotika dengan kemewahan desain yang terinspirasi budaya Arab dan seni Islam.
Robot ini bukan sekadar mesin pintar, tetapi juga simbol status dan collectible kelas atas yang dirancang untuk segelintir kolektor elite.
Humanoid Robot dengan Sentuhan Budaya Timur
Aladdin dikembangkan berbasis platform Unitree G1 humanoid, namun Caviar melakukan transformasi total pada sisi desain eksteriornya.
Balutan emas, aksen batu mulia, hingga ukiran detail buatan tangan menjadikan humanoid robot ini tampil layaknya bangsawan Arab dari kisah klasik One Thousand and One Nights.

Desainnya terinspirasi busana tradisional Timur seperti chapan dan kaftan, dengan siluet melengkung dan detail dekoratif yang menyerupai jubah seremonial kaum bangsawan Arab di masa lalu.

Perpaduan ini menghadirkan kesan elegan, artistik, sekaligus futuristik.
Spesifikasi Canggih di Balik Tampilan Mewah
Meski tampil bak karya seni, humanoid robot Caviar Aladdin tetap mengusung teknologi mutakhir.
Berbasis Unitree G1, robot ini memiliki 23 derajat kebebasan, sistem stabilisasi dinamis, serta aktuator canggih yang memungkinkannya berjalan, bergerak, dan berinteraksi secara natural.

Dengan tinggi sekitar 130 cm dan bobot kurang lebih 35 kg, Aladdin dirancang mampu menampilkan gestur yang menyerupai manusia.
Caviar mempertahankan inti teknologi tersebut, lalu memoles bodi luarnya agar selaras dengan konsep kemewahan dan nilai simbolik budaya.
Aladdin Versi Digital di Era AI
Caviar menyebut proyek ini sebagai reinterpretasi modern kisah Aladdin.
Jika dalam dongeng sang jin muncul dari lampu ajaib, maka pada humanoid robot ini, “keajaiban” hadir lewat kecerdasan buatan dan teknologi robotika.
Aladdin digambarkan sebagai pahlawan era digital, yang mendapatkan kekuatan bukan dari sihir, melainkan dari kecerdasan dan inovasi.
Dibuat Khusus, Bukan Produksi Massal
Penting dicatat, humanoid robot Caviar Aladdin bukan produk massal.
Caviar hanya menyediakannya melalui sistem custom commission.

Calon pembeli akan dilibatkan langsung dalam proses kreatif, mulai dari pemilihan motif dekoratif hingga elemen simbolik yang diinginkan.
Setiap unit akan dibuat unik, menjadikan Aladdin sebagai robot humanoid eksklusif dengan identitas personal pemiliknya.
Harga Masih Misterius
Hingga kini, Caviar belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal produksi humanoid robot Caviar Aladdin.
Semua detail terkait pemesanan hanya tersedia berdasarkan permintaan langsung kepada pihak Caviar.
Sebagai informasi, sebelumnya Caviar juga sempat mencuri perhatian lewat telur cokelat seharga USD 12.000 (Rp 200 jutaan) yang berisi smartphone emas, serta koleksi Secret Love iPhone 17 Pro dengan harga mulai USD 10.200 (Rp 170 jutaan).
Lewat Aladdin, Caviar seolah menegaskan bahwa masa depan teknologi tak hanya soal kecanggihan, tetapi juga soal seni, budaya, dan kemewahan tanpa kompromi.
Cek berita teknologi terkini, review gadget, rekomendasi ponsel, tips & trick, tren lifestyle dan video tabloidpulsa.id di Google News.



