tabloidpulsa.id – Bocoran terbaru terkait chipset flagship MediaTek Dimensity 9600 mulai beredar di dunia maya.
Informasi ini muncul di tengah ramainya rumor soal generasi terbaru chipset premium dari Qualcomm, dan kini giliran MediaTek yang mencuri perhatian lewat inovasi arsitektur CPU terbarunya.
Berdasarkan laporan yang beredar di media sosial, MediaTek Dimensity 9600 disebut-sebut akan membawa perubahan besar, baik dari sisi fabrikasi maupun desain inti prosesor.
Gunakan Proses 2nm TSMC, Lebih Efisien dan Bertenaga
Salah satu peningkatan paling mencolok dari MediaTek Dimensity 9600 adalah penggunaan proses fabrikasi 2nm N2P dari TSMC.
Teknologi ini diyakini mampu menghadirkan efisiensi daya yang lebih baik sekaligus peningkatan performa signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Dengan fabrikasi yang lebih kecil, chipset ini diprediksi akan memberikan konsumsi daya lebih hemat, namun tetap mampu menangani beban kerja berat seperti gaming dan pemrosesan AI.
Arsitektur CPU Baru: Dual Prime Core Pertama
Tak hanya soal fabrikasi, MediaTek juga dikabarkan mengubah pendekatan desain CPU. MediaTek Dimensity 9600 akan mengusung konfigurasi inti 2+3+3, yang terdiri dari:
- 2 core performa utama (prime cores)
- 3 core performa tinggi
- 3 core efisiensi
Ini menjadi pertama kalinya lini Dimensity 9000 series menggunakan dual prime core.
Sebagai perbandingan, generasi sebelumnya seperti Dimensity 9500 hanya mengandalkan satu prime core.
Konfigurasi baru ini, yang secara internal disebut “Canyon”, diharapkan mampu meningkatkan performa multitasking dan pengolahan beban kerja berat secara lebih optimal.
Siap Hadapi Beban AI yang Semakin Kompleks
Dengan hadirnya dua prime core, MediaTek Dimensity 9600 diyakini lebih siap menghadapi kebutuhan komputasi modern, terutama untuk aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang semakin kompleks.
Dukungan ini juga diperkuat oleh peningkatan pada GPU yang kabarnya akan membawa teknologi neural network shader.
Teknologi ini memungkinkan koordinasi lebih baik antara GPU dan NPU, sehingga menghasilkan performa lebih mulus dengan konsumsi daya yang lebih efisien.
Persaingan Ketat dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6
Menariknya, kompetitor utama seperti Qualcomm juga tidak tinggal diam.
Chipset flagship mereka, Snapdragon 8 Elite Gen 6, dirumorkan akan mengadopsi konfigurasi CPU serupa, yakni 2+3+3.
Perbedaannya, Qualcomm akan mengandalkan core kustom Oryon, sementara MediaTek tetap menggunakan arsitektur ARM generasi terbaru, yakni Cortex-C2 series.
Situasi ini menunjukkan bahwa kedua perusahaan tengah berlomba menghadirkan performa terbaik dengan pendekatan arsitektur yang mirip, meskipun implementasinya berbeda.
Jika bocoran ini akurat, MediaTek Dimensity 9600 berpotensi menjadi salah satu chipset paling menarik di kelas flagship.
Kombinasi fabrikasi 2nm, dual prime core, dan peningkatan AI serta GPU bisa menjadi senjata utama MediaTek untuk bersaing ketat di pasar premium.
Kita tunggu saja pengumuman resminya dalam waktu dekat.
Cek berita teknologi terkini, review gadget, rekomendasi ponsel, tips & trick, tren lifestyle dan video tabloidpulsa.id di Google News.


