Home REKOMENDASI Adu Kuat Flagship Murah – Xiaomi Mi 10T Pro VS Samsung Galaxy...

Adu Kuat Flagship Murah – Xiaomi Mi 10T Pro VS Samsung Galaxy S20+

mi10tpro vs s20plus

tabloidpulsa.id – Tenang bos! Sebuah ponsel dibilang flagship bukan karena harganya yang tinggi. Tetapi semangatnya membawa fitur-fitur dan performa kelas atas (atau di atas rata-rata) dalam sebuah perangkat. Tapi ponsel flagship juga bisa jadi dibanderol dengan harga realtif terjangkau loh karena beragam faktor, seperti dua flagship murah yang akan kita bahas berikut. Meskipun waktu rilis keduanya terpaut jauh, adu kuat keduanya layak kita simak.

Ide untuk membandingkan keduanya muncul ketika Xiaomi merilis ponsel dengan spesifikasi hardware kelas atas, atau biasa kita sebut flagship dengan harga yang relatif lebih murah dari flagship-flagship yang telah ada sebelumnya. Produk keluarga Mi 10T yang diperkenalkan awal Desember 2020, sementara Samsung Galaxy S20+ diperkenalkan Februari tahun 2020.

Adu Harga dan Ketersediaan di Pasar

Saat tulisan ini dibuat, kedua produk sudah bisa didapatkan di toko offline dan online kesayangan kita. Bahkan untuk Mi 10T Pro masih bisa Anda dapatkan lewat situs resmi mi.co.id, sementara S20+ sudah kehabisan stok di situs resminya samsung.com, namun kami menemukan harga yang menarik di distributor resmi.

Mi 10T Pro dijual dengan harga 7 juta Rupiah atau lebih tepatnya, Rp 6.999.000. Jauh dari kebanyakan ponsel flagship saat diperkenalkan pertama kali. Sebagai contoh adalah Galaxy S20+, saat diperkenalkan pertama kali harganya berkisar di angka Rp 16.999.000. Tapi saat tulisan ini dibuat, S20+ 8/128 dijual dengan harga Rp 10.950.000. Hanya berkisar 4 jutaan saja dengan harga Mi 10T Pro.

Dari sini, ada keuntungan ketika Anda membeli Mi 10T Pro. Pertama produk ini benar-benar fresh, alias dibangun dengan teknologi terkini. Kedua harganya jauh di bawah harga flagship lain, bahkan dengan harga barunya saat ini.

Anda yang saat membaca ini bertanya-tanya, kira-kira adakah yang dkorbankan demi mengejar performa flagship di Mi 10T Pro? Tentu saja ada dan akan kita bahas di bawah.

Namun sebelum ke sana, perlu diingat bahwa Galaxy S20+ pun mengalami penurun harga yang signifikan. Membuatnya makin menggoda ketika sudah menyentuh angka 10 jutaan.

Adu Glamor di Sisi Desain

Biasanya ponsel flagship tuh tidak hanya jeroannya saja yang di atas rata-rata ponsel kebanyakan. Mulai dari bagian luar, alias desain, mereka pun akan mengejar keglamoran yang hakiki. Karena toh produk-produk tersebut ditujukan untuk kalangan atas yang lekat dengan kesempurnaan.

Lalu bagaimana Mi 10T Pro yang notabene memang ditujukan untuk pasar yang jauh lebih luas? Tidak buruk. Xiaomi mencoba melakukan pendekatan yang sama dengan Samsung Galaxy S20+ dimana semua bagian ponsel dilapisi dengan kaca pelindung Gorilla Glass, yang menghasilkan tampilan yang glossy nan mewah.

Dari jauh tidak terlihat perbedaan yang mencolok. Keduanya tampil optimal dengan keputusan masing-masing. Hanya saja Mi 10T Pro secara pintar menurunkan kualitas kaca pelapis ke versi yang lebih rendah dari S20+ yang dibangun 10 bulan sebelumnya dengan Gorilla Glass 5. Hal ini tentu demi meringankan beban produksi. Dan itu wajar sekali.

Keduanya telah membawa frame aluminum, namun S20+ terasa lebih ringan. Hanya terpaut satu ons sih. Jadi bobot kedunya tidak begitu mengganggu baik untuk Mi 10T pro maupun Galaxy S20+.

Di bagian depan, keduanya menampilkan layar secara penuh. Tanpa membawa poni, kamera diletakkan dalam desain punch hole, dimana Mi 10T berada di sudut kiri atas layar, sementara S20+ meletakkan lubang kamera tepat di bagian tengah atas layar ponsel.

Dikarenakan panel display berbeda, maka kedua ponsel juga melakukan pendekatan berbeda terhadap bentuk bezel yang mengelilingi bagian layar ini. Dimana Samsung Galaxy S20+ membawa bezel yang tipis sekali, hampir tidak terlihat. Sementara Mi10T Pro masih menampilkannya meski masih bisa dibilang sempit.

Berikutnya, dengan bagian layar yang memenuhi bagian muka, maka sensor sidik jari untuk keamanan harus diletakkan di tempat lain, bukan? Samsung Galaxy S20+ menyematkan sensor ultrasonic under display fingerprint sensor, artinya ada di bawah layar. Sementara Xiaomi Mi 10T Pro memindahkannya ke bagian sisi kanan frame, tepat di bawah tombol volume.

Di atas kertas akurasi dan respon sensor sidik jari berbentuk fisik seperti ini akan tampil lebih baik dari sensor yang berada di bawah display.

Adu Gimmick di Sisi Display

Baik, bagian ini disebut-sebut sebagai faktor krusial ketika membandingkan dua ponsel ini. Yang mana menurut penulis, justru sebaliknya. Keduanya telah menyiapkan fitur jagoan masing-masing, ketika mungkin jenis panel layar telah memiliki fans nya tersendiri. Kami akan coba jelaskan secara ilmiah.

Galaxy S20+ layaknya keluarga flagship Samsung telah dibekali layar dengan panel Dynamic AMOLED 2X. merupakan panel yang terkenal apik dalam menampilkan warna hitam, sehingga mencuatkan warna-warna lain ke permukaan. Terkait dengan kata dynamic, hal ini merujuk pada kemampuan layar yang mensupport tampilan HDR10+.

Dengan tingkat hitam yang tinggi, atau dengan kata lain kontras yang baik, maka HDR akan semakin apik ditampilkan di layar ponsel ini.

Di sisi lain Xiaomi Mi 10T Pro membawa panel IPS LCD. Panel layar ini menawarkan akurasi warna yang lebih baik dari AMOLED. Termasuk juga sudut pandang yang luas. Sehingga kualitas tampilan tidak berubah saat bermain game dengan penuh semangat- Ketika layar ponsel harus diputar-putar atau diarahkan ke berbagai penjuru.

Masalahnya layar AMOLED yang lebih mahal disebut-sebut lebih baik secara overall ketimbang IPS. Anggapan masyarakat sudah terlanjur begitu, padahal untuk bermain game kompetitif, justru bisa jadi sebaliknya.

Lebih jauh lagi untuk bermain game yang kompetitif Mi 10T Pro pun telah membawa kemampuan refresh layar standar PC gaming di angka 144Hz. Ini berarti sedikit lebih tinggi dari S20+ yang membawa kemampuan refresh rate layar di angka 120Hz.

Di sisi resolusi kedua layar ponsel menampilkan resolusi yang tinggi. Dimana Galaxy S20+ membawa resolusi yang lebih tinggi di angka 1440 x 3200 pixel dalam ratio 20:9 dan kerapatan pixel di angka 525ppi (kurang lebih).

Sementara Mi 10T Pro membawa resolusi layar di angka 1080 x 2400 pixel dalam ratio 20:9 dan kerapatan 395 ppi (kurang lebih). Sebagai catatan, ini sudah termasuk padat dan nyaman dipandang.

Adu Performa- Snapdragon 865 vs Exynos 990

Ketika diumumkan masuk ke pasar Indonesia, SoC yang dibawa oleh produk ini membuat kami di Tabloid Pulsa terheran-heran. Terutama saat melihat harga produknya yang ada di angka 6,999 juta. Mengingat chipset Snapdragon 865 yang dibawa merupakan chipset flagship, terbaik di kelasnya untuk saat ini dan relatif “mahal”.

Saat tulisan ini dibuat, hanya beberapa produk yang hadir di Indonesia membawa SoC yang setara. Dan Samsung Galaxy S20+ adalah salah satunya. Meskipun tidak membawa chipset yang benar-benar sama, Galaxy S20+ dibangun dengan semangat yang sama. Dan sekedar informasi produk S20+ yang dirilis untuk Amerika Serikat membawa chipset  Snapdragon 865.

Samsung sendiri mengklaim bahwa chipsetnya Exynos 990 memiliki performa yang setara dengan chipset segenerasi, tak terkecuali Snapdragon 865. Meskipun dalam beberapa review kami menemukan kompatibilitas yang lebih baik di Snapdragon 865.

Dengan dukungan RAM setara, yaitu 8 GB dan ROM 256GB milik MI, 128GB milik Samsung. Dimana milik Mi 10T Pro juga relatif lebih update di sisi penyimpanan file, maka Mi 10T Pro memiliki potensial performa yang lebih baik dari S20+.

Meskipun perlu dicatat bahwa selama umur hidupnya, Galaxy S20+ yang kami gunakan tidak memberi kesulitan apapun.

Namun, sayangnya keputusan untuk menanggalkan slot memori tambahan di Mi 10T Pro berhasil ditutupi oleh Samsung Galaxy S20+, meskipun saat menggunakan memori tambahan ini, kita harus mengorbankan salah satu nomor ponsel, karena slot nya yang hybrid.

Dengan kata lain, kita harus puas dengan 256GB di Mi 10T Pro, sementara di Galaxy S20+, jika 128GB dirasa kurang, Anda bisa menambahkan kartu penyimpanan external hingga 1TB.

Adu Fitur di Kamera

Terakhir kita masuk ke pembahasan kamera. Mi 10T Pro membawa 3 kamera utama sementara Samsung Galaxy S20+ membawa 4 kamera utama. Dengan kofigurasi unik dan saling mengungguli satu sama lain.

Semisal lensa kamera wide (atau lensa utama) Mi 10T Pro membawa resolusi 108 MP. Alias setara dengan S20 Ultra, varian S20 terbaik. Sementara S20+ hanya membawa lensa 12MP saja. Demikian pula untuk kebutuhan ultrawide dimana Mi10T Pro membawa lensa 13MP dan S20+ 12MP.

Tapi untuk kebutuhan lain, terutama telephoto, yang tidak dimiliki oleh MI10T Pro, hadir dengan resolusi 64MP di S20+. Meskipun untuk kebutuhan yang sama, Mi10T Pro bisa melakukannya dengan mengandalkan cropping dari tangkapan resolusi 108MP.

Sementara itu lensa ketiga Mi10T Pro digunakan untuk kebutuhan macro photography, dan lensa keempat S20+ digunakan sebagai ToF sensor untuk mendapatkan efek bokeh.

Kedua ponsel flagship murah ini telah mendukung perekaman video dalam resolusi 4K 60fps dan bahkan 8K. Menariknya Mi10T Pro menyediakan moda perekaman 8K dalam 30fps, sementara S20+ menyediakannya dalam framerate 24fps.

KESIMPULAN

Xiaomi Mi 10T Pro boleh dibilang merusak pasar ponsel tanah air dengan membawa chipset flagship ke dalam desain mewah dan harga yang relatif terjangkau. Menjadikannya sebagai ponsel paling murah dengan chipset ini. Kami bahkan pede menggunakan kata-kata flagship murah, meskipun harganya tidak bisa dibilang murah.

Namun bukan berarti produk ini hadir tanpa ada yang dikorbankan. Upaya adu fitur dengan produk yang berusia 10 bulan Samsung Galaxy S20+ memperlihatkan hal tersebut.

Mi 10T Pro nampaknya lebih condong ditujukan untuk mereka yang mencari ponsel untuk bermain game kompetitif. Dengan spesifikasi layar, juga kapasitas baterai besar dan teknologi pengisian daya cepat 33W melalui PD 3.0, maka chipset flagship Mi 10T Pro akan terasa manfaatnya.

Namun bukan berarti content creator tidak bisa mendapatkan apa-apa dari ponsel flagship murah ini. Dengan kamera 108MP dan sejumlah kemampuan di sisi multimedia, ponsel ini bisa menyaingi kemampuan Flagship lain yang dijual dengan harga jauh lebih mahal.

Tapi keputusan untuk memilih salah satu produk ini dikembalikan kepada Anda. Flagship murah yang mana yang akan Anda pinang akhir tahun ini?

Previous articleOPPO Pamerkan Konsep “slide-phone” dan “music-link”
Next articleSamsung Galaxy Tab A7 : Tablet 4 Jutaan, Mumpuni untuk Kerja dan Hiburan
Bergabung bersama Pulsa sejak 2004. Reviewer, Tech enthusiast. Manga, anime, idol and fantasy lover.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here