Home NEWS OnePlus dan realme Resmi ‘Satu Atap’ di Bawah Komando Sky Li?

OnePlus dan realme Resmi ‘Satu Atap’ di Bawah Komando Sky Li?

OnePlus dan realme Merger

tabloidpulsa.id – Rumor mengenai masa depan OnePlus akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat diterpa isu miring bakal “gulung tikar” awal tahun ini, kejutan besar justru datang dari dapur OPPO.

Perusahaan raksasa ini dilaporkan resmi menyatukan OnePlus dan realme ke dalam sebuah unit bisnis baru yang lebih ramping dan terintegrasi.

Langkah ini menandai babak baru dalam ekosistem teknologi global.

OPPO tidak lagi membiarkan sub-brand mereka berjalan sendiri-sendiri, melainkan menggabungkannya di bawah satu payung besar bertajuk “sub-series business unit”.

Sky Li Pimpin Nakhoda Baru, Pete Lau Tetap di Balik Layar

Restrukturisasi ini membawa perubahan besar pada kursi jabatan puncak.

Sky Li, yang sukses membawa realme melesat di pasar global, kini dipercaya memimpin unit bisnis gabungan ini.

Baca Juga:  OPPO Smailing Tour Travel Fair Resmi Digelar, Ada Diskon Hingga 65%

Di sisi pemasaran, Xu Qi (sosok di balik strategi marketing realme) kini memegang kendali penuh atas sistem pemasaran dan layanan untuk OnePlus dan realme sekaligus.

Bagaimana dengan nasib produknya? OPPO telah membentuk pusat produk khusus dengan tim domestik dan luar negeri yang terpisah.

Menariknya, Li Jie (Presiden OnePlus China) akan memimpin struktur ini dan melapor langsung kepada Pete Lau, co-founder OnePlus yang kini punya peran strategis di level grup.

Efisiensi Total: R&D Realme Melebur ke OPPO

Tidak hanya soal jabatan, integrasi ini menyentuh aspek teknis yang paling krusial: Engineering.

  • Riset dan Pengembangan (R&D): Tim R&D Realme kini ditarik kembali sepenuhnya ke dalam sistem utama OPPO.
  • Teknologi Kamera & Hardware: Departemen pencitraan (imaging) dan perangkat keras tidak lagi beroperasi secara independen. Semuanya kini menjadi satu bagian dari ekosistem teknologi OPPO.
Baca Juga:  realme 11 Meluncur di Perayaan HUT ke-5 realme, Harga 3 Jutaan

Integrasi ini sebenarnya sudah mulai tercium sejak 1 April 2026, di mana layanan purna jual (after-sales) realme di China sudah sepenuhnya ditangani oleh jaringan OPPO.

Baik smartphone, tablet, hingga perangkat IoT kini menggunakan infrastruktur servis yang sama.

Apa Dampaknya Bagi Pengguna OnePlus dan Realme?

Bagi kamu penggemar setia OnePlus, langkah ini mungkin menimbulkan kekhawatiran terkait orisinalitas brand.

Namun, dari sudut pandang bisnis, strategi OPPO ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi maksimal dan berbagi sumber daya (resource sharing).

Dengan kontrol yang lebih ketat, Oppo ingin memastikan tidak ada “perang saudara” yang sia-sia antar sub-brand.

Fokusnya sekarang adalah bagaimana produk OnePlus dan realme tetap kompetitif namun memiliki jalur distribusi dan dukungan teknis yang lebih solid.

Baca Juga:  Dukung Digitalisasi Industri Kesehatan dan Logistik, Indosat Hadirkan iDok dan Smart Asset

Apakah langkah “satu atap” ini akan membuat identitas OnePlus memudar atau justru semakin kuat dengan dukungan teknologi OPPO? Kita tunggu saja gebrakan produk terbaru mereka selanjutnya!


Cek berita teknologi terkini, review gadget, rekomendasi ponsel, tips & trick, tren lifestyle dan video tabloidpulsa.id di Google News.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here